Berita Pidie
Meriah Hari Jadi Pidie, Bupati Aceh Besar dan Bupati Bireuen Ikut Hadir
Hari Jadi Pidie atau Uroe Lahee Pidie, dibuka Bupati Pidie, Alzaizi, yang diawali dengan penampilan seni tradisi lisan Aceh atau Seumapa.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Hari Jadi Pidie atau Uroe Lahee Pidie, dibuka Bupati Pidie, Alzaizi, yang diawali dengan penampilan seni tradisi lisan Aceh atau Seumapa.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pembukaan Hari Jadi Pidie ke-514, dipusatkan di Pidie Convention Center atau PCC, di Gampong Lampeudeu Baroh, Rabu (17/9/2025) malam, berlangsung meriah.
Hari Jadi Pidie atau Uroe Lahee Pidie, dibuka Bupati Pidie, Alzaizi, yang diawali dengan penampilan seni tradisi lisan Aceh atau Seumapa.
Kegiatan itu dihadiri, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, Bupati Bireuen, Mukhlis, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah dan Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil.
Selain itu, hadir perwakilan pejabat dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.
Forkopimda Pidie hadir lengkap pada pembukaan Hari Jadi Pidie.
"Peringatan Hari Jadi Pidie, saat ini memasuki tahun kedua perayaannya," kata Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, kepada Serambinews.com, Kamis (18/9/2025).
Kata Alzaizi, ia komit untuk terus mengimplementasikan visi Kabupaten Pidie.
Adalah “Terwujudnya masyarakat Pidie yang Islami, Adil, Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.”
Menurutnya, visi tersebut dijabarkan dalam sepuluh misi utama.
Pidie Meusyari’at, Pidie Meuadat, Pidie Meuadab, Pidie Caroeng, Pidie Sehat, Pidie Meukat, Pidie Geunaseh, Pidie Meugoe, Pidie Meudaulat dan Pidie Meugah.
Hal itu tertuang dalam RPJMD Pidie 2025–2029.
Baca juga: Pemateri Malaysia, Thailand, USK Hingga UIN Tampil di Seminar Internasional Uroe Lahe Pidie
Antara lain, terbitnya Qanun Kabupaten Pidie tentang Satu Hari Satu Ayat, penetapan sebelas objek sebagai cagar budaya Kabupaten Pidie dan program pemutihan Pajak Bumi Bangunan atau PBB.
Ia menyebutkan, program pemutihan PBB tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, dengan skema.
Adalah pemutihan 100 persen terhadap tunggakan PBB hingga tahun 2019.
Lalu, diskon 50 persen terhadap tunggakan tahun 2020–2025 dan pemutihan 100 persen terhadap denda administrasi tunggakan PBB hingga 2025.
Masyarakat Pidie harus memanfaatkan program itu, hingga tanggal 30 November 2025.
Di sisi lain, kata Wabup Pidie, Pemkab akan melanjutkan pembangunan Masjid Al-Falah, mendirikan museum berciri khas budaya Pidie dan mengupayakan terbitnya Qanun Perlindungan dan Pelestarian Cagar Budaya.
“Semoga peringatan Uroe Lahee Pidie ini menjadi refleksi historis bagi seluruh warga Pidie, sekaligus manifestasi persatuan dan kesatuan yang dilandasi budaya serta nilai kearifan lokal,” ungkapnya. (*)
| Puluhan ASN Pemkab Pidie Disumpah dengan Al-Quran Saat Terima SK |
|
|---|
| Pemkab Pidie Teken MoU dengan UIN Ar-Raniry, RSUD Sigli-FK Jalin Kerja Sama |
|
|---|
| Pidie Ukir Prestasi di Pra PORA 2026, Atlet dari Delapan Cabor Lolos PORA Aceh Jaya, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli Audiensi dengan BWS Sumatera I, Terkait Penanganan Banjir |
|
|---|
| Enam Jam Jembatan Teupin Raya, Pidie Akan Ditutup BPJN Aceh, Ini Jalan Alternatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Pidie-Alzaizibupati-dan-wakil-bupati-serta-wali-kota-hingga-Forkopimda-Pidie.jpg)