Senin, 8 Juni 2026

Pasutri Meninggal Terbakar

Kebakaran Hebat di Lhokseumawe: Dua Tewas, Tiga Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu, melahap empat unit rumah yang berdampingan di Gang Pandan, Jalan Blang Malu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL - Pasca peristiwa kebakaran yang menewaskan pasutri lansia di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tiga KK kehilangan tempat tinggal, Jumat (19/9/2025). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pasca kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat (19/9/2025) sore. 

Peristiwa tragis tersebut tidak hanya merenggut nyawa sepasang suami istri lansia.

Tetapi juga menyebabkan tiga kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu, melahap empat unit rumah yang berdampingan di Gang Pandan, Jalan Blang Malu.

Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan bangunan-bangunan yang sebagian besar berkonstruksi kayu.

Termasuk sebuah gudang penampungan barang bekas milik Feri (38), salah satu korban terdampak.

Baca juga: BREAKING NEWS - Rumah Terbakar, Suami Istri di Lhokseumawe Meninggal Dunia

Menurut keterangan saksi mata bernama Dian, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh Salamuddin (60), di depan rumahnya.

Setelah membakar sampah, Salamuddin masuk ke dalam rumah untuk menemani istrinya, Rafia (70), yang sudah lama menderita kelumpuhan dan tidak mampu bergerak.

Tak disangka, api dari tumpukan sampah tertiup angin dan menyambar bagian rumah yang mudah terbakar.

Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke rumah Feri yang berada di sebelah, memperbesar intensitas kebakaran setelah sebuah tabung gas meledak.

Dalam upaya menyelamatkan orangtuanya, Feri mengalami luka bakar di kedua tangannya, dengan estimasi luka mencapai 10 persen.

Baca juga: Dua Rumah di Lhokseumawe Hangus Jelang Magrib, Pasutri Meninggal Terbakar

Sayangnya, Salamuddin dan Rafia tidak berhasil diselamatkan.

Keduanya terjebak dalam kobaran api dan meninggal dunia dengan luka bakar 100 persen.

Kondisi fisik yang sudah renta dan penyakit yang diderita Rafia membuat mereka tidak mampu menyelamatkan diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved