Haba Unimal

Mahasiswa Unimal Ubah Buah Pisang Jadi Biskuit

“Produk Biskavish hadir sebagai solusi untuk mengurangi limbah pisang cavendish grade dua yang sering tidak terserap pasar,”

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Universitas Malikussaleh, melaksanakan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Cavendish atau inovasi pembuatan biskuit sehat dari bahan dasar tepung pisang Cavendish, di Kampus Unimal, Rabu (24/9/2025). Dok Unimal 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sejumlah mahasiswa Universitas Malikussaleh, melaksanakan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Cavendish atau inovasi pembuatan biskuit sehat dari bahan dasar tepung pisang Cavendish, di Kampus Unimal, Rabu (24/9/2025).

Program tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) melalui direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Baca juga: Unimal Sosialisasikan Gelar Keteknikan Profesi Internasional

Baca juga: Dosen Unimal Ajari Emak-emak Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

Baca juga: HIMAPSI Unimal Gelar Pelatihan SPSS Kepada Puluhan Mahasiswa 

“Produk Biskavish hadir sebagai solusi untuk mengurangi limbah pisang cavendish grade dua yang sering tidak terserap pasar,” ujar Ketua Tim  Sri Wahyu Ningsih.

Sri menjelaskan, produk ini dibuat melalui proses pengolahan pisang Cavendish menjadi tepung yang kemudian diolah menjadi biskuit.

“Biskuit ini memiliki kandungan gizi lebih sehat, rasa yang nikmat, serta dikemas praktis dalam bentuk standing pouch,” kata Ningsih.

Selain menghadirkan inovasi pangan sehat, lanjut Sri, pengembangan biskavish membawa misi sosial-ekonomi. Proses produksi melibatkan UMKM lokal di Bener Meriah, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.

“Melalui Biskavish, kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dukungan P2MW Kemendikti saintek menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang,” tegasnya.

Ningsih menyebutkan, Saat ini, Biskavish telah diuji coba kepada lebih dari 20 konsumen dan mendapat tanggapan positif.

“Kami sedang menyusun roadmap pengembangan produk, termasuk sertifikasi pangan dan perluasan jaringan distribusi agar dapat bersaing di pasar nasional hingga global,” jelasnya.

Kedepan, tim berencana meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring kemitraan dengan UMKM, serta mengurus sertifikasi pangan untuk memperkuat daya saing produk.

“Dengan dukungan kampus dan Kemendikti saintek, Biskavish diharapkan menjadi contoh sukses wirausaha mahasiswa yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Sri.

Adapun tim tersebut yaitu, Sri Wahyu Ningsih (Prodi Sosiologi), Ratih Mulyana Lumbantobing (Prodi Administrasi Bisnis) dan Muhammad Tamir (Prodi Sosiologi) beserta pembimbing Dr Musyidin, dosen Prodi Sosiologi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved