Cuaca Buruk di Aceh Singkil
Korban Puting Beliung di Aceh Singkil belum Terima Bantuan Tanggap Darurat
Kalau bisa minta bantuan, sangat butuh terpal agar saat hujan tidak terlalu deras air masuk," kata Arsad warga Gosong Telaga Barat, yang atap
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Korban puting beliung di Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, belum terima bantuan tanggap darurat, hingga mendekati 24 jam pascakejadian, Senin (29/9/2025) pukul 11.00 WIB.
Korban membutuhkan terpal agar bisa menutup atap rumahnya yang terbang disapu puting beliung.
Maklum hujan terus turun menyebabkan air masuk ke dalam rumah yang tidak beratap hampir separuh.
"Kalau bisa minta bantuan, sangat butuh terpal agar saat hujan tidak terlalu deras air masuk," kata Arsad warga Gosong Telaga Barat, yang atap rumahnya tebang disapu puting beliung.
Diberitakan sebelumnya atap rumah Arsad penduduk Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, terbang disapu angin puting beliung, Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 12.20 WIB.
Tadi makan Arsad bersama keluarganya tidur di gudang yang ada di belakang rumahnya di Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat.
Setelah atap rumahnya terbang disapu puting beliung, Minggu (29/9/2025) sekitar pukul 12.20 WIB.
Sedangkan masak masih bisa dilakukan di dapur sebab atapnya tidak ikut diterbangkan angin kencang.
"Masak masih bisa di dapur. Kalau tidur di gudang, kebetulan ada gudang kita," kata Arsad.
Sementara itu hujan yang mengguyur wilayah Gosong Telaga Barat, menyebabkan air masuk ke dalam rumah Arsad yang lebih dari separuh tanpa atap.
Kerabat Arsad yang datang membantu mengeluarkan air ke luar rumah agar tidak menimbulkan genangan.
Arsad berharap untuk penanganan sementara ada bantuan terpal, sehingga air tidak terus masuk ke dalam rumahnya.
Saat amukan angin terjadi dibarengi hujan deras. Kondisi itu menyebabkan perabot rumah tangga milik korban yang ada di ruang tamu, ruang keluarga dan kamar basah.
Puting beliung yang menerbangkan rumah Arsad terlihat jelas ketika memutar di atas hamparan air Danau Anak Laut, yang berjarak 200 meter dari rumah Arsad.
Angin bergerak dari arah Utara, menuju Selatan. Sesaat kemudian berubah ke Timur, terdorong oleh angin Barat, hingga akhirnya menghilang.
Kejadian itu, membuat panik pengunjung Kiniko Kafe di objek wisata Danau Anak Laut.
Warga yang sedang menikmati liburan di pondok Resto Kiniko Kafe, lari berhamburan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seng-88.jpg)