Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Berita Lhokseumawe

Usai Santap MBG, 3 Murid di Aceh Utara Dilarikan ke Puskesmas

Tiga murid SD Negeri 6 Matangkuli, Aceh Utara, dilaporkan dilarikan ke Puskesmas setempat setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
JENGUK PASIEN - Humas RSUCM Aceh Utara, dr Hary Laksamana menjenguk murid SD asal Matangkuli, Aceh Utara yang muntah-muntah hingga mencret usai menyantap menu MBG. 

Gejala yang dialami berupa mual, muntah, sakit kepala, dan diare. Satu murid kondisinya membaik setelah beberapa jam observasi, sehingga dipulangkan. Nalia Nova, Kepala Puskesmas Matangkuli

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Tiga murid SD Negeri 6 Matangkuli, Aceh Utara, dilaporkan dilarikan ke Puskesmas setempat setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga Kamis malam (2/10/2025), dua di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara, Bukit Rata, Lhokseumawe.

Gejala yang dialami ketiga murid tersebut setelah menyantap MBG antara lain pusing, mual, muntah, dan diare. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah mereka mengalami keracunan makanan atau gejala tersebut disebabkan oleh faktor kesehatan lainnya. Pasalnya, hasil pengujian sampel makanan masih dalam proses.

Kepala Puskesmas Matangkuli, Nalia Nova, menjelaskan bahwa ketiga murid tersebut diantar oleh guru mereka sekitar pukul 10.00 WIB. “Gejala yang dialami berupa mual, muntah, sakit kepala, dan diare. Satu murid kondisinya membaik setelah beberapa jam observasi, sehingga dipulangkan,” ujarnya.

Sementara dua murid lainnya belum menunjukkan perbaikan setelah dirawat selama satu hari, sehingga langsung dirujuk ke RSU Cut Meutia. Humas RSUCM Aceh Utara, dr. Harry Laksamana, membenarkan bahwa dua pasien dirawat karena mengalami muntah dan diare. “Namun, belum bisa dipastikan apakah mereka keracunan makanan, karena pemeriksaan masih berlangsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan darah telah dilakukan dan menunjukkan peningkatan sel darah putih. Pemeriksaan tinja salah satu murid juga dijadwalkan pada Jumat besok. “Setelah hasil pemeriksaan medis digabungkan dengan uji sampel makanan, baru bisa disimpulkan apakah gejala tersebut akibat keracunan makanan atau bukan,” paparnya. Ia juga menyebutkan bahwa kondisi dua pasien kini mulai membaik.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Ferianto, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan, para murid mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah menyantap MBG. “Ada yang makan nasi putih dan ayam saja, ada juga yang makan nasi putih, tempe, dan ayam,” katanya. Gejala mulai dirasakan sekitar 10 menit setelah makan.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah mengambil sampel makanan dan muntahan, yang kemudian dikirim ke BPOM dan Labkesda di Banda Aceh. “Namun, hingga kini hasilnya belum keluar. Jadi belum bisa dipastikan secara pasti penyebab gejala yang dialami para murid,” pungkasnya.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved