Kamis, 14 Mei 2026

Haba Unimal

PT PIM Adakan Pelatihan Barista dan Tata Rias Kecantikan 

Fakultas Hukum (FH) Universitas Malikussaleh (Unimal), menyelenggarakan kuliah umum dan workshop kurikulum program doktor hukum

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
Dok PT PIM
PELATIHAN BARISTA: PT PIM kembali menggelar Pelatihan Barista Batch 2 dan Pelatihan Tata Rias Kecantikan dan penata rambut wanita , sekaligus menutup kegiatan Pelatihan Menjahit tahun 2025 bagi pemuda dan pemudi di lingkungan perusahaan, Senin (6/10/2025). 

“Pelatihan seperti ini sangat penting, karena bisa menjadi jembatan bagi pemuda-pemudi kita untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Permintaan tenaga barista profesional, misalnya, kini semakin tinggi, bahkan hingga ke luar negeri seperti Arab Saudi,” ungkap Wahdan.

Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan disiplin agar investasi yang dibiayai oleh negara melalui APBN tidak sia-sia. “Kami ingin peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru di daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Dewantara, Munawir S.STP., M.Si, mengingatkan peserta agar memanfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh.

MRS

“Ini adalah peluang besar untuk memperbaiki kehidupan di masa depan. Industri kopi dan tata rias sedang berkembang pesat, baik di Aceh Utara, Lhokseumawe, maupun di luar daerah seperti Medan dan Banda Aceh. Kalau kita tekun, peluang kerja dan usaha terbuka sangat lebar,” ujarnya.

Munawir juga menekankan pentingnya membangun mental dan disiplin dalam berlatih. “Jangan remehkan hal kecil, karena dari hal kecil itulah kesuksesan dimulai,” pesannya.

Pgs. Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT PIM, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM lokal merupakan salah satu komitmen utama perusahaan.

“PT PIM berupaya menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan vokasional seperti hari ini. Kami ingin masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya di Dewantara dan Aceh Utara, bisa mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Taufik juga mendorong para peserta agar tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. “Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kreativitas. Barista misalnya, bisa dikombinasikan dengan kemampuan digital marketing atau konten kreatif agar lebih menarik dan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami ingin program seperti ini terus bergulir dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi PT PIM,” tutupnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved