Pencurian Ban Sepmor
Pelaku Pencurian Roda Ban di Aceh Singkil Disinyalir Mengerti Perbengkelan
Belum lagi ketika membukanya perlu keahlian agar bisa cepat. Lebih-lebih agar tidak terdengar, sebab biasanya ketika membuka roda selalu ada bunyi
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pelaku pencurian roda ban sepeda motor milik Dedek di Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, disinyalir mengerti dunia perbengkelan.
Setidaknya-tidaknya sudah mengetahui detail ukuran kunci yang harus dibawa untuk bisa membuka roda belakang sepeda motor jenis Supra X.
Sebab bagi masyarakat awam yang tidak mengerti, sulit menentukan ukuran kunci serta jenis kunci yang harus digunakan untuk membuka mur.
Belum lagi ketika membukanya perlu keahlian agar bisa cepat. Lebih-lebih agar tidak terdengar, sebab biasanya ketika membuka roda selalu ada bunyi logam beradu.
"Kalau yang sudah pengalaman mudah. Tapi kalau belum tahu susah harus gunakan kunci berapa," kata Kasmudin Kepala Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, yang memiliki usaha bengkel sepeda motor, Selasa (7/10/2025).
Hal senada disampaikan Ade pemilik bengkel sepeda motor lainnya yang ada di wilayah Gosong Telaga Barat.
Menurutnya untuk membuka roda sepeda motor belakang yang menggunakan rem cakram tidak lama asal ada kunci yang sesuai ukuran mur.
"Kalau buka roda saja cepat, cuman biasanya buka ban bunyi," ujarnya.
Sementara itu Dedek korban pencurian roda sepeda motor mengaku tak memiliki rasa curiga kepada siapapun atas peristiwa yang dialaminya.
Lantaran tak curiga itulah, dirinya parkirkan sepeda motor begitu saja. Bahkan saat malam kejadian, Minggu (5/10/2025) sepeda motornya sama sekali tak dikunci stang.
"Karena cape ngantuk pulang kereta (sepeda motor) diletak begitu saja, tak kunci stang," ujarnya.
Sementara itu kasus pencurian roda ban belakang sepeda motor milik Dedek di Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh, mengusik rasa aman warga.
Maklum sebelumnya tak pernah terjadi. Warga di sana bertahun-tahun hidup aman.
Tak mengherankan banyak warga membiarkan kendaraannya terparkir di luar rumah pada malam hari.
Namun pascaperistiwa pencurian ban sepeda motor, yang terjadi, Minggu (5/10/2025) dini hari rasa aman itu, seketika sirna. Berganti was was menyelimuti warga.
Lebih-lebih korbannya merupakan orang tidak mampu. Pekerjaan korban hanya buruh kuli pikul pelabuhan feri di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil.
"Kejadian ini sudah meresahkan warga, makanya kami lapor polisi," kata Keuchik Gosong Telaga Barat, Riduan.
Apa lagi belakang setelah hilangnya ban sepeda motor jenis Supra X milik Dedek, terungkap kasus pencurian lain di Desa Gosong Telaga Barat.
Pencurinya pun tergolong tak biasa sama seperti pencurian ban sepeda motor belakang Dedek. Lumrahnya yang hilang motor, tapi ini hanya bannya saja yang dicuri.
Kasus pencuri yang belakangan terungkap di Desa Gosong Telaga Barat, adalah pencurian tiang listrik tenaga surya di jalan ke tempat pemakaman umum (TPU) setempat di Lorong 4.
Warga bertanya bagaimana pelaku membawa tiang listrik berupa pipa besi yang cukup berat.
Lalu pencurian papan milik Mustar pengelola kantin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gosong Telaga Indah.
Pencurian papan itu, tak biasa sebab papan yang dicuri dalam kondisi sudah dipaku.
"Memang luar biasa di kampung kita ini," ujar Andi warga Gosong Telaga Barat, menggambarkan keresahan yang terjadi di kampungnya.
Peristiwa pencurian tiang listrik tenaga surya terjadi sepakan sebelum kejadian hilangnya ban sepeda motor Dedek. Sedangkan hilangnya papan milik Mustar, kejadiannya sebulan lalu.
Informasi lain menyebutkan warga Perumnas di Desa Ketapang Indah, yang bertetangga dengan Gosong Telaga Barat, sempat pergoki pencuri masuk lewat jendela rumah milik Monang.
Sayang pelaku tak tertangkap, lantaran keburu kabur ketika mengetahui aksinya ketahuan oleh anak Monang.
Mengantisipasi maling masuk kampung, sejauh ini belum dilakuan secara bersama-sama. Seperti menggalakan ronda malam sebagaiman dilakukan warga ketika marak pencurian sawit di daerah itu.
Kecuali itu, inisiatif yang dilakukan warga memasukan kendaran ke dalam rumah saat malam hari.
Kemudian kaum bapak-bapak terlihat kumpul bareng pada malam hari di kompleks tempat tinggalnya masing-masing.
"Waktu ramai pencurian sawit ada ronda malam. Ini mesti digiatkan lagi ronda," kata Kasmudin Kepala Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Selasa (7/10/2025).
Ban sepeda motor milik Dedek warga Perumahan Priapat Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, hilang digondol maling.
Akibatnya korban yang berprofesi sebagai buruh pelabuhan penyebrangan feri di Pulo Sarok, Singkil, harus numpang ke orang lain untuk berangkat kerja.
Sebagai kuli angkat barang penumpang, korban tak bisa langsung membeli ban beserta peleknya yang hilang dibawa maling.
Maklum pendapatannya hanya cukup menutupi kebutuhan hidup.
Sehari-hari pun ia bersama istri dan anak-anaknya masih numpang tinggal bersama mertua.
Kejadian pencurian ban sepeda motor tergolong tak biasa, sebab baru pertama kali terjadi.
Biasanya maling mencuri sepeda motor. Sementara ini hanya mengambil ban belakang sepeda motor saja.
Peristiwa pencurian ban sepeda motor jenis Supra X itu, diperkirakan terjadi, Minggu (5/10/2025) dini hari.
Sepeda motor yang dimaling dalam posisi terparkir di halaman rumah kakak Dedek yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggal korban.
Baca juga: Pencurian Ban Sepeda Motor di Aceh Singkil Usik Rasa Aman Warga
Ban sepeda motor yang dimaling jenis Supra X dalam posisi terparkir di luar rumah. Hal itu seperti kebiasaan selama ini.
Dedek ketika pulang kerja setiap pukul 22.00 WIB malam, memarkirkan sepeda motornya di halaman rumah saudaranya yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggalnya.
Kebiasaan itu dilakukan lantaran selama ini merasa aman mengingat sebelumnya tak pernah ada maling.
Nahas ternyata di lingkungannya tidak aman lagi, paginya saat hendak berangkat kerja ban sepeda motornya sudah hilang.
Keuchik Gosong Telaga Barat, Riduan, mengatakan kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Mengingat peristiwa pencurian di desanya, bukan hanya ban sepeda motor milik Dedek.
Tetapi tiang listrik tenaga surya di pinggir jalan tempat pemakaman umum (TPU) serta kasus pencurian di kantin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gosong Telaga Barat.(*)
| Cegah Pencurian, Pemerintah Gostel Barat Aceh Singkil Rencanakan Beli CCTV |
|
|---|
| Korban Pencurian Roda Sepeda Motor Merupakan Warga Miskin, Ini Pendapat Dinsos Aceh Singkil |
|
|---|
| Pencurian Ban Sepeda Motor di Aceh Singkil Usik Rasa Aman Warga |
|
|---|
| Kisah Korban Pencurian Ban Sepeda Motor di Aceh Singkil: Kakiku Patah |
|
|---|
| Ban Sepeda Motornya Dicuri, Buruh Pelabuhan di Aceh Singkil Ini Numpang Berangkat Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ban-dicuri-98iuj.jpg)