Berita Banda Aceh
Usul Wilayah Tambang Rakyat ke Gubernur, Bupati Pidie Diapresiasi
“Momentum ini menjadi sejarah baru, karena baru di era Gubernur H Muzakir Manaf perhatian terhadap WPR begitu serius diperjuangkan...
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
“Momentum ini menjadi sejarah baru, karena baru di era Gubernur H Muzakir Manaf perhatian terhadap WPR begitu serius diperjuangkan hingga ke Kementerian ESDM,” ujarnya.
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah SH MH resmi mengajukan permohonan lokasi tambang rakyat di Geumpang, Mane, dan Tangse sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Gubernur Aceh.
Pemerhati tambang Indonesia Suryadi Djamil SSos, mengapresiasi langkah cepat Bupati Sarjani dalam menindaklanjuti persoalan tambang rakyat di wilayah Pidie agar segera dilegalkan.
"Penetapan WPR merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang berkeadilan, sekaligus memberikan ruang legal bagi masyarakat untuk menambang secara aman dan berkelanjutan," kata Suryadi dalam keterangan tertulis kepada Serambinews.com, Selasa (7/10/2025).
Suryadi berharap kabupaten dan kota lain yang memiliki potensi tambang rakyat segera mengajukan usulan serupa agar dapat ditetapkan sebagai WPR.
Penetapan WPR, katanya, penting untuk melindungi aktivitas penambang rakyat serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tambang.
Lebih lanjut, Suryadi mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera menetapkan WPR di Aceh sehingga masyarakat dapat mengajukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) secara legal.
“Momentum ini menjadi sejarah baru, karena baru di era Gubernur H Muzakir Manaf perhatian terhadap WPR begitu serius diperjuangkan hingga ke Kementerian ESDM,” ujarnya.
Suryadi juga berharap perjuangan Pemerintah Aceh bersama para bupati dan wali kota dapat membuahkan hasil nyata, demi terwujudnya jaminan hukum bagi masyarakat penambang.
Dengan adanya penetapan WPR, lanjut dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh akan semakin jelas, sementara aktivitas tambang rakyat dapat terus berjalan di bawah pembinaan pemerintah.
“Kami berharap dukungan dan doa rakyat Aceh agar perjuangan ini berhasil, demi kesejahteraan masyarakat dan tata kelola tambang yang berkeadilan,” tutupnya.(*)
Baca juga: Massa Demo Depan Komplek Perkantoran Suka Makmue, Tuntut Tambang Rakyat Lanjut
Suryadi Djamil
Satu la
| Usai Dilantik, Majelis Tastafi Gelar Rakor Penguatan dan Ekspansi Dakwah Melalui Beut Seumeubeut |
|
|---|
| Kloter 11 Masuk Asrama Haji Kelas I Aceh, Didominasi Jamaah dari Aceh Utara dan Lhokseumawe |
|
|---|
| Bipeka PKS Aceh Soroti Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan terhadap Anak |
|
|---|
| Boat Wisata Terbalik di Ujong Pancu Usai Dihantam Badai, Penumpang Sempat Terdampar di Pulau Tuan |
|
|---|
| Malam Ini Pengurus Majelis Tastafi Se-Aceh hingga Luar Negeri Dilantik di Masjid Raya Baiturrahman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemerhati-tambang-Indonesia-Suryadi-Djamil-SSos.jpg)