Rabu, 29 April 2026

Berita Aceh Singkil

Cara Ketua PSSI Aceh Singkil Tumbuhkan Cinta Sepakbola

Ketua PSSI Kabupaten Aceh Singkil, Hamdi AD dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya kepada sepak bola.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ketua PSSI Aceh Singkil, Hamdi AD 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, ACEH SINGKIL - Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Aceh Singkil, Hamdi AD dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya kepada sepak bola. 

Di sela menjalankan tugasnya sebagai personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Hamdi tetap mencurahkan segenap pikiran, harta dan tenaganya kepada sepak bola. 

Jauh sebelum terpilih sebagai Ketua PSSI pada 13 Mei 2025, Hamdi dikenal sebagai pendiri klub sepak bola Aura 84 yang bermarkas di Singkil Utara. 

Selain sebagai tim, Aura 84 dibawah pimpinan Hamdi, kerap menggelar turnamen sepak bola dalam berbagai kelompok umur. 

Hidupnya yang tak bisa dipisahkan dari sepak bola membuat ayah Nadia Putri Aura itu, didorong jadi nakhoda PSSI Aceh Singkil, yang telah lama vakum. 

Baca juga: Hamdi Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PSSI Aceh Singkil

Dorongan itu bukan hanya angin lalu, seluruh  pemegang hak suara memilihnya menjadi ketua PSSI periode 2025-2029. 

Pemilihan kala itu berlangsung singkat lantaran seluruh pemegang hak suara sepakat menyodorkan satu nama yaitu Hamdi. 

Perjalannya sebagai Ketua PSSI langsung dihadapkan pada agenda besar yaitu Pra Pora. Di tengah persiapan mepet Hamdi memilih cara berbeda dalam seleksi pemain.

Pertama dengan mendatangkan pelatih sekaliber Saktiawan Sinaga mantan pemain tim nasional. 

Biaya kontrak pelatih ia tanggung sendiri sebagai bentuk pengorbanannya selaku ketua PSSI. 

Sedangkan seleksi pemain dibagi dalam dua zona agar bisa akomodir semua talenta di seluruh Aceh Singkil. Langkah itu merupakan terobosan yang baru pertama kali dilakukan PSSI. 

Sayang hasilnya belum menggembirakan, Aceh Singkil belum bisa berbicara banyak. 

Kegagalan itu tentu membuat kecewa serta memantik kritik. Namun bagi Hamdi, justru dari titik itulah dirinya meletakan pondasi untuk melanjutkan pembangunan sepak bola.

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua PSSI Aceh Singkil, Hamdi Janji Tingkatkan SDM Pelatih & Wasit

Menurut Hamdi membangun sepak bola penuh pengorbanan. Salah satunya kegagalan merupakan bagian dari pengorbanan agar bisa melakukan perbaikan.

Pengorbanan dalam membangun sepak bola sebutnya bukan hanya pikiran dan tenaga tapi biaya. Sebab tanpa ada biaya sangat sulit untuk membangun sepak bola. 

"Yang kita urus atlet. Harus diperhatikan makana, latihan serta akomodasinya, kalau tidak ada uang jangan cerita bisa memajukan sepak bola," tukasnya. 

Ia lantas menjawab kritik jika pada masa kepemimpinan yang baru empat bulan gagal membawa tim pra Pora mengukir prestasi sebagaimana disinggung  pemerhati sepak bola Zainal Abidin Simatupang, di media.

Menurutnya ukuran keberhasil olah raga salah satunya memang prestasi. Akan tetapi tidak bisa diraih instan, perlu tahapan dan perjuangan panjang. 

"Kalau hanya mau kejar juara mudah tinggal rekrut pemain hebat. Tapi kita harus bedakan mana ajang pembinaan talenta lokal dan mana yang harus kejar prestasi," tegasnya. 

Pada bagian lain Hamdi meminta pihak-pihak yang mengaku mencintai bola menemui PSSI Aceh Singkil, untuk berdiskusi sekaligus membuktikan teorinya. 

Baca juga: Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi: 7 Trik Licik Pemain Saudi Harus Diwaspadai Skuad Garuda

Apakah teorinya dapat dipraktikan. Minimal dengan memberikan contoh dalam melakukan pembinaan di level paling rendah seperti klub sepak bola tingkat kampung. 

Terakhir Hamdi mengungkapkan bahwa sejauh ini PSSI Aceh Singkil, belum mendapat sokongan dana dari Pemerintah Kabupaten, untuk melakukan pembinaan sepak bola. 

Akan tetapi dirinya selaku ketua PSSI, tetap berupaya mendorong lahirnya turnamen sepak bola di berbagai wilayah Aceh Singkil. 

Turnamen itu, sebutnya bergulir secara bergantian. 

Dengan banyaknya turnamen, diharapkan tumbuh rasa cinta dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sepak bola. 

"Kalau sudah banyak masyarakat cinta terhadap sepak bola, saya yakin sepak bola Aceh Singkil akan maju," ujarnya.(*)

Baca juga: Harga Emas Per Mayam di Banda Aceh Tembus Rekor Tertinggi Hari Ini, 8 Oktober 2025 Dijual Segini

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved