Sabang

Dapur Baru Program Makan Bergizi Gratis Segera Beroperasi di Sabang

Koordinator Wilayah BGN Kota Sabang, Yuni Karnisa, mengatakan penambahan dapur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas...

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Foto Serambinews.com/HO
TINJAU DAPUR - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kota Sabang, Yuni Karnisa (kanan), meninjau kesiapan dapur baru MBG di kawasan Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Dapur tersebut akan segera beroperasi untuk memperluas layanan makanan bergizi bagi siswa di sejumlah sekolah. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sabang terus menunjukkan keberhasilan sejak diluncurkan awal tahun ini. Ribuan pelajar telah merasakan manfaatnya, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi maupun keringanan beban orang tua dalam menyiapkan makanan harian anak.

Hingga saat ini, dua dapur utama MBG telah beroperasi dan melayani ribuan siswa di sejumlah sekolah di Kota Sabang. Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan membuka satu dapur tambahan di kawasan Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, untuk memperluas jangkauan layanan program tersebut.

Koordinator Wilayah BGN Kota Sabang, Yuni Karnisa, mengatakan penambahan dapur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penerima manfaat hingga mencapai 10 ribu siswa. Sebelumnya, dua dapur yang telah berjalan hanya mampu melayani sekitar 7 ribu siswa.

“Kuota dari pusat ada enam dapur. Saat ini dua sudah berjalan dan satu sedang dalam tahap persiapan. Untuk penerima manfaatnya nanti akan disinkronkan terlebih dahulu,” ujar Yuni, Jumat (17/7/2025).

Yuni menjelaskan, bahan makanan untuk program MBG sebagian besar dipasok dari petani dan nelayan lokal di Sabang. Jika ada bahan yang tidak tersedia, barulah didatangkan dari daratan Aceh. Dengan cara ini, program MBG tidak hanya menyehatkan para siswa, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Selain itu, pihaknya juga memberi perhatian serius terhadap kualitas makanan. Setiap menu dipastikan memenuhi standar gizi, rasa, dan kebersihan sebelum disajikan kepada siswa. Tim ahli gizi dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) bertugas melakukan uji organoleptik (uji rasa dan aroma), sementara guru di sekolah ikut memeriksa kondisi makanan sebelum dibagikan.

“Kalau ada bau atau rasa yang mencurigakan, guru kami minta segera melapor ke SPPG dan tidak memberikan makanan itu kepada siswa,” tegas Yuni.

Baca juga: Jadwal Kapal Ferry Rute Banda Aceh–Sabang Normal, Cek Jadwal Edisi 18 Oktober 2025

Sejauh ini, tanggapan masyarakat terhadap program MBG sangat positif. Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka kini mendapatkan sarapan dan makan siang di sekolah, terutama di sekolah yang menerapkan sistem full day.

“Biasanya anak-anak tidak sempat sarapan di rumah, sekarang bisa sarapan di sekolah. Untuk sekolah full day, orang tua juga tidak perlu lagi mengantar nasi siang karena sudah ada jatah makan dari MBG,” jelasnya.

Ke depan, Program Makan Bergizi Gratis di Sabang diharapkan terus berkembang. Selain menambah jumlah dapur, program ini juga menjadi sarana membangun kebiasaan makan sehat di kalangan siswa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di daerah kepulauan tersebut.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved