Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Timur

BPBD Aceh Timur Peringatkan 10 Kecamatan Rawan Banjir Memasuki Musim Penghujan

Memasuki musim penghujan di Kabupaten Aceh Timur, 10 Kecamatan yang sering berdampak banjir diimbau untuk waspada dan sigap bencana

|
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
For serambinews.com
Kantor BPBD Aceh Timur di pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (18/6/2025) 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Memasuki musim penghujan di Kabupaten Aceh Timur, 10 Kecamatan yang sering berdampak banjir diimbau untuk waspada dan sigap bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi melalui Kabid Logistik Marzuki saat dikonfirmasi Serambi pada, Selasa (21/10/2025) menjelaskan, bahwa setelah menerima laporan BMKG terkait masuknya musim penghujan pada tahun 2025.

Pihaknya langsung meneruskan himbauan kesiapsiagaan secara umum ke 24 Kecamatan dan khsususnya 10 Kecamatan yang sering terdampak banjir.

"Kita sudah meneruskan imbauan ke seluruh Kecamatan melalui grup Kecamatan, tapi kalau intruksi khsusus terkait siaga belum ada kami juga masik menunggu dari BPBA mengeluarkan intruksi," kata Marzuki

Baca juga: 24 PKK Kecamatan di Aceh Timur Ikut Lomba Kreasi Memasak Ikan, Ini Para Juaranya

Adapun sepuluh wilayah yang sering berdampak yakni, Pante Bidari, Simpang Ulim, Indra Makmu, Julok, Rantau Peureulak, Peureulak Barat, Birem Bayeun, Sungai Raya, dan Simpang Jernih.

Kesepuluh Kecamatan itu menurut data BPBD adalah lokasi yang rawan terhadap bencana hidrometereologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, gelombang padang atau banjir rob, serta angin kencang

"Kita berharap masyarakat juga dapat melaporkan bencana-bencana di daerah yang langsung ke BPBD agar kita bisa mengambil tindakan cepat," ungkpanya.

Untuk diketahui bahwa Aceh Timur memasuki musim penghujan dimulai pada Oktober 2025 dan musim puncak nanti pada November hingga Desember ekstrem.

Baca juga: Hujan Berhari-hari, Warga Aceh Diimbau Waspada Banjir dan Longsor

Pembentukan awan hujan

Menurut analisis BMKG, peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan, di Aceh dipicu oleh lima faktor utama

1. Aktifnya Monsun Asia: membawa masa uap air dalam jumlah besar ke wilayah Aceh

2. Gelombang Rossby Ekuator: Gangguan atmosfer ini berkontribusi pada dinamika cuaca

Baca juga: Curhat Pilu Istri di Aceh Singkil Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK,Sempat Belikan Baju Korpri

3. Indeks Dipoles Mode Negatif: nilai Dipoles Mode Index (DMI) menunjukkan angka -1. 39 yang secara kuat meningkatkan pola pembentukan awaknya konvektif di wilayah barat Indonesia

4. Daerah belokan angin: Terpantau adanya konsentrasi massa udara di wilayah Aceh yang menjadi dapur ideal untuk pertumbuhan awan hujan

5. Dua Bibit Siklon tropis: kehadiran bibit siklon tropis 93B dan 95S di sekitar perairan Aceh semakin memperkuat potensi cuaca ekstrem. 

Baca juga: Ini Nama-nama Wisatawan asal Belanda yang Speed Boatnya Karam Dihajar Ombak di Pulau Banyak

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved