Rabu, 8 April 2026

Hari Santri 2025

Jaga Tradisi dan Inovasi Era Digital, Warek II UIN Ar-Raniry: Santri tak Boleh Jadi Penonton

Dalam amanatnya menekankan, pentingnya peran santri dalam menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat kontribusi terhadap

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HUMAS UIN AR-RANIRY
Warek II UIN Ar-Raniry, Prof Dr Khairuddin MAg saat memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Biro Rektorat UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (22/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Khairuddin MAg mengajak para santri untuk menjaga tradisi pesantren sekaligus beradaptasi dengan inovasi di era digital. 

Seruan itu disampaikan saat memimpin apel sekaligus membacakan Amanat Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA pada peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Biro Rektorat UIN Ar-Raniry, Rabu (22/10/2025).

Dalam amanatnya menekankan, pentingnya peran santri dalam menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

"Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban," ujar Prof Khairuddin.

Warek II UIN Ar-Raniry itu, saat membacakan amanat Menteri Agama menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas sejumlah kebijakan yang berpihak pada pesantren, seperti program Makan Bergizi Gratis dan layanan kesehatan bagi santri. 

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan di Indonesia.

“Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia,” ucapnya.

Menag juga berpesan agar santri menjadi pribadi berilmu, berakhlak, dan berdaya. “Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved