Jumat, 24 April 2026

Berita Bireuen

Sigap! Bupati Mukhlis Perintahkan Tanggul Jebol di Peusangan Segera Ditangani

“Kami tidak ingin suplai air ke sawah terganggu terlalu lama. Ini menyangkut hajat hidup petani dan ketahanan pangan daerah,” katanya. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
TINJAU TANGGUL JEBOL - Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST bersama Kadis Pekerjaan.Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Fadli Amir, ST, MT, Camat Peusangan, Alfian, SSos, dan lainnya, meninjau tanggul jebol di Peusangan usai Shalat Jumat (24/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bergerak cepat menanggapi jebolnya tanggul jaringan irigasi Pante Lhong yang terjadi pada Jumat (24/10/2025), sekitar pukul 08.00 WIB. 

Lokasi kejadian berada di kawasan Ulee Matang, Dusun Geulanggang, Desa Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST langsung turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadli Amir, ST, MT, dan Camat Peusangan, Alfian SSos, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. 

Kunjungan Bupati Mukhlis dilakukan sesaat setelah pelaksanaan Shalat Jumat, sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat dan keprihatinan atas potensi dampak kerusakan tersebut.

Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Mukhlis menegaskan pentingnya penanganan segera terhadap tanggul yang jebol agar aliran air irigasi tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

“Kami tidak ingin suplai air ke sawah terganggu terlalu lama. Ini menyangkut hajat hidup petani dan ketahanan pangan daerah,” katanya. 

Baca juga: VIDEO Detik detik Tanggul Jebol Picu Banjir hingga Rendam Giant Mega Bekasi Mall, Pembeli Terjebak

“Saya minta Dinas PUPR segera ambil langkah darurat,” perintah Bupati Mukhlis.

Fadli Amir selaku Kadis PUPR Bireuen menyampaikan, bahwa pihaknya telah menerima arahan langsung dari Bupati dan segera melakukan tindakan teknis di lapangan.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah menutup pintu air untuk sementara, mengeringkan saluran, dan membersihkan material yang menghambat,” terangnya. 

“Setelah itu, kami akan segera memperbaiki tanggul yang jebol,” jelas Fadli.

Suplai Air Terputus

Pada bagian lain, Keujruen Chik Peusangan, Anwar mengungkapkan mengenai dampak kerusakan tanggul terhadap sektor pertanian. 

Menurut Anwar, jebolnya tanggul irigasi tersebut telah memutus suplai air ke sekitar 500 hektare lahan sawah yang tersebar di tujuh desa.

Baca juga: Warga Samudera Keluhkan Tanggul Jebol di Krueng Pase belum Diperbaiki, Rentan Banjir Saat Hujan

“Tanaman padi di beberapa desa sudah mulai mengisi bulir, bahkan ada yang baru dua minggu ditanam,” bebernya. 

“Jika air tidak segera mengalir, hasil panen bisa gagal,” ungkap Anwar dengan nada cemas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved