Berita Aceh Barat Daya

Cuaca Ekstrem, BPBK Abdya Imbau Nelayan Hati-hati Saat Melaut

BPBK Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau nelayan kabupaten setempat agar tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
CUACA EKSTREM - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) Nazaruddin. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT DAYA - Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau nelayan kabupaten setempat agar tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau agar para nelayan tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Utamakan keselamatan," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Nazaruddin, Sabtu (25/10/2025).

Nazaruddin menyebutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan barat Aceh, termasuk wilayah Abdya dan Aceh Singkil, dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini, kata Nazaruddin, tentu sangat berbahaya bagi nelayan saat menangkap ikan di laut.

Di tengah cuaca seperti ini, sebut Nazar, sebelum melaut para nelayan hendaknya memantau prakiraan cuaca.

"Cek informasi cuaca dan kondisi gelombang secara rutin melalui aplikasi atau radio untuk merencanakan pelayaran yang aman," ucapnya.

Baca juga: Diterjang Badai, Nelayan Abdya Ditemukan Terombang Ambing Tanpa Makanan dan BBM di Laut Aceh Singkil

Kemudian, sambungnya, nelayan harus periksa dan mastikan kapal dalam kondisi prima, terutama jika digunakan dalam kondisi berisiko. 

"Kapal yang stabil dan memiliki peralatan keselamatan lengkap seperti pelampung, kompas, dan GPS sangat penting, termasuk pastikan perlengkapan darurat tersedia dan dalam kondisi baik sebelum berangkat," imbuhnya.

Jika cuaca buruk tiba-tiba muncul saat di laut, kata Nazaruddin, segera cari tempat berlindung terdekat seperti pesisir atau pulau terdekat dan berikan sinyal darurat jika diperlukan. 

Baca juga: Gempa M 5,0 Goyang Nagan Raya, Begini Penjelasan BMKG dan BPBD

"Saat di laut, pastikan semua kru mengenakan alat pelindung diri dan berada di dalam kabin atau di tengah kapal yang lebih stabil untuk menghindari berdiri di dek terbuka," jelasnya.

Menurut Nazaruddin, solusi yang paling tepat saat kondisi cuaca buruk saat ini, sementara waktu para nelayan berlibur untuk melaut.

"Sebaiknya sementara waktu libur dulu untuk melaut. Nanti, saat cuaca sudah normal, baru kembali melaut. Sebab, resikonya sangat tinggi," pungkas Nazaruddin. (*)

Baca juga: Jihan Fanyra Asal Aceh Raih Runner-Up Duta Santri Nasional 2025 di Jawa Tengah, Ini 22 Prestasinya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved