Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Apkasindo Pastikan Aceh Berpotensi Naik Kelas dari Sektor Kelapa Sawit

Makanya Apkasindo berkepentingan menyampaikan ini karena berkaitan erat dengan nasib petani kelapa sawit

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
KELAPA SAWIT - Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung (kanan) ketika mengisi seminar nasional di Politeknik Negeri Lhokseumawe, beberapa waktu lalu. Perekonomian Aceh dijamin naik kelas bila berhasil memaksimalkan sektor perkebunan kelapa sawit. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sektor perkebunan kelapa sawit di Aceh belum dikelola secara baik dan maksimal. 

Padahal sektor ini sangat menjanjikan untuk menjadikan Aceh lebih maju dan berkembang.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat ME Manurung kepada Serambi, Sabtu (25/10/2025). 

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk membenahi perkebunan kelapa sawit melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Sesungguhnya itu dana petani sawit, bukan dana dari APBN. 

Makanya Apkasindo berkepentingan menyampaikan ini karena berkaitan erat dengan nasib petani kelapa sawit,” kata Gulat didampingi Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting dan DPD Apkasindo Aceh Tamiang, Muhammad Irwan.

Baca juga: Jaksa Serahkan Sitaan Kebun Kelapa Sawit ke Pemkab Aceh Tamiang

Secara khusus Gulat sudah menyampaikan hal ini di hadapan mahasiswa dan pengurus Apaksindo dari seluruh kabupaten/kota di Aceh melalui seminar nasional di Politeknik Negeri Lhokseumawe pada Kamis (23/10/2025) kemarin.

Dia menyarankan Gubernur Aceh Muzakir Manaf meningkatkan sinergitas dengan asosiasi kelapa sawit dan melakukan pendekatan dengan BPDP. 

Dalam konteks ini Aceh berkesempatan menjemput program peningkatan sarana dan pra sarana perkebunan kelapa sawit.

Sarpras ini meliputi perbaikan jalan kebun, jembatan, pembelian alat-alat berat untuk perkebunan sawit.

“Dana itu selalu ada, tetapi banyak gubernur tidak mengetahui dana itu, padahal dana ini bisa diambil oleh provinsi untuk kepentingan dari sawit ke sawit,” ujarnya.

Baca juga: Diterjang Badai, Nelayan Abdya Ditemukan Terombang Ambing Tanpa Makanan dan BBM di Laut Aceh Singkil

Gulat Manurung meyakinkan program ini bukan “omon-omon” karena beberapa daerah berhasil mendapatkan program ini, di antaranya Riau dan Kalimantan Selatan. 

Namun sekali lagi ditekannya kalau program ini membutuhkan peran pemerintah provinsi.

“Manfaat program ini sangat luas, selain meningkatkan pendapatan petani otomatis dengan sendirinya meningkatkan PAD dan bisa meningkatkan DBH kelapa sawit,” kata Gulat. (mad)

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi! 25 Oktober 2025 Dijual Segini per Gram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved