Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Cendekiawan Muslim asal Kenya Telusuri Jejak Sejarah dan Warisan Ulama Ba‘Alawi di Aceh

Saat berada di makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, Sayyid Abubakar menyampaikan keprihatinannya atas kondisi makam yang kurang terawat. 

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BERBINCANG - Dr Sayyid Abubakar bin Mohamed Al-Jamalullail (berbaju putih-kanan), berbincang dengan pengurus Asyraf Aceh di Banda Aceh, Kamis (23/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang ulama sekaligus pakar kesehatan masyarakat asal Kenya, Dr Sayyid Abubakar bin Mohamed Al-Jamalullail, tiba di Aceh pada Selasa (21/10/2025), dalam rangka kunjungan silaturahmi dan penelusuran sejarah spiritual antara Afrika Timur dan Asia Tenggara.

Dalam kunjungannya ke Tanah Rencong, Sayyid Abubakar yang juga merupakan konsultan bidang kesehatan masyarakat di WHO dan dai internasional, menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pengurus Asyraf Aceh Darussalam

Selain itu, ia mengunjungi sejumlah situs bersejarah dan budaya.

Termasuk makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, makam Teungku Anjong, makam Syeikh Abdurrauf bin Ali Al-Fansuri, Museum Aceh, serta beberapa situs tsunami yang menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan tahun 2004.

Saat berada di makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, Sayyid Abubakar sempat menyampaikan keprihatinannya atas kondisi makam yang dinilai kurang terawat. 

Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk menjaga dan melestarikan situs-situs sejarah yang menjadi bagian penting dari warisan peradaban Islam di Nusantara.

Baca juga: Cendekiawan Muslim Aceh Sebut Erick Thohir sebagai Jembatan Generasi Nonmilenial dengan Milenial

Dr Sayid Abubakar merupakan keturunan Ba‘Alawi Jamalullail dari Lamu, Kenya, dan memiliki nasab yang bersambung kepada Nabi Muhammad SAW melalui jalur Habib Swaleh bin Alwi Jamalullail. 

Sosoknya dikenal luas karena kiprahnya dalam bidang kesehatan masyarakat, epidemiologi, serta dakwah dan pelayanan kemanusiaan lintas negara. 

Kunjungannya ke Indonesia, khususnya ke Aceh, merupakan bagian dari misi mempererat tali silaturahmi keluarga besar Ba‘Alawi Jamalullail serta menelusuri jejak sejarah dan spiritualitas yang diwariskan oleh para ulama Hadhrami.

Warisan ini, menurutnya, adalah jalinan cinta, ilmu, dan persaudaraan yang melintasi samudra dan generasi.

Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Aceh, Sayyid Abubakar melanjutkan perjalanannya ke Malaysia pada Sabtu (25/10/2025).

Baca juga: Jejak Sejarah Aceh-Amerika, Peneliti AS Temui Bupati Abdya Bahas Logo Kota Salem yang Memuat Po Adam

Sebelum bertolak ke negara-negara lain dalam rangkaian silaturahmi dan misi kemanusiaan global.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved