Rabu, 6 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas di Kualasimpang Masih Tertahan di Level Rp7,6 Juta per Mayam

Abdul Hafiz, pekerja di Toko Emas Nusantara, Kota Kualasimpang mengatakan sejak beberapa hari terakhir belum ada perubahan

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
HARGA EMAS TINGGI - Harga emas di Aceh Tamiang masih tinggi dan ditutup dengan harga Rp7,6 juta per mayam, Sabtu (25/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pasar emas di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan stabilitas harga yang cukup pelik. 

Hingga Sabtu (25/10/2025), harga emas London murni dengan kadar 99 persen masih berada di angka Rp7.600.000 per mayam, sementara emas kadar 97 persen berada di Rp7.550.000 per mayam.

Untuk emas 22 karat, yang umumnya digunakan sebagai perhiasan, dibanderol Rp1.600.000 per gram, tergantung bentuk dan model.  

Abdul Hafiz, pekerja di Toko Emas Nusantara, Kota Kualasimpang mengatakan sejak beberapa hari terakhir belum ada perubahan signifikan dalam harga. 

“Sudah beberapa hari ini belum ada pergerakan. Masih bertahan di angka itu,” jelasnya.  

Meskipun harga tetap, Hafiz mencatat ada perubahan pola transaksi. Warga yang datang ke toko kini lebih banyak untuk menjual emas daripada membeli. 

“Orang mungkin butuh likuiditas, jadi emas yang tadinya disimpan, sekarang dicairkan. Ekonomi kan belum sepenuhnya pulih,” ucapnya.

Fenomena harga emas yang tetap tinggi ini tidak terjadi dalam isolasi. Secara global, emas tetap menarik bagi investor sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik. 

Pressing global terhadap nilai tukar dan suku bunga, bahkan kebijakan bank sentral di berbagai negara, turut mempengaruhi dinamika harga emas lokal. 

Hafiz menambahkan bahwa para pedagang emas tetap siaga karena kondisi bisa berubah sewaktu-waktu. 

“Kalau ada berita besar atau gerak pasar global, kami bisa lihat harganya ikut naik atau turun cepat,” terangnya.  

Bagi masyarakat umum, kondisi ini membawa dua sisi, bagi yang ingin berinvestasi, stabilitas harga bisa jadi menunggu momen yang tepat; bagi yang menjual emas, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak, kondisi ini sedikit membantu meski tidak ideal. 

Hafiz pun memberi saran: “Untuk yang ingin membeli atau menjual, sebaiknya pantau terus perkembangannya. Jangan asal ikut tren.” usul Hafiz.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa pasar lokal – seperti di Aceh Tamiang – tidak lepas dari gejolak global. Harga emas yang stabil pada angka tinggi bisa jadi aman bagi sebagian pihak, tetapi juga menunjukkan bahwa tantangan ekonomi masih menggelayuti banyak kalangan.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved