Minggu, 31 Mei 2026

Puting Beliung

Korban Puting Beliung di Aceh Singkil Masih Mengungsi di Rumah Saudara 

Ia tidak bisa kembali ke rumahnya lantaran ambruk ke laut usai dihantam angin puting beliung, Jumat (24/10/2025)

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
KORBAN PUTING BELIUNG - Warga membantu evakuasi barang milik Seniman Zega warga Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, yang ambruk ke laut bersama rumahnya akibat dihantam angin puting beliung, Jumat (24/10/2025) pagi. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi l Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Seniman Zega (37) beserta istri dan enam anak-anaknya masih mengungsi di rumah saudaranya di Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil

Ia tidak bisa kembali ke rumahnya lantaran ambruk ke laut usai dihantam angin puting beliung, Jumat (24/10/2025) pagi. 

"Korban masih numpang di rumah familinya," kata Penjabat (Pj) Keuchik Ujung Sialit, Risman Zega, Minggu (26/10/2025).

Korban berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, segera memberikan bantuan agar bisa kembali mendirikan rumah. 

Mengingat tidak mungkin selamnya terus menumpang di rumah saudara. "Korban harapan Pemerintah Aceh Singkil, segera memberikan perhatian bahkan mencari solusi agar bisa mendapat tempat tinggal yang layak huni," ujarnya.

Diketahui rumah yang jadi tempat tinggal Seniman Zega dan istri serta enam anaknya di Dusun 1, Desa Ujung Sialit, ambruk disapu angin puting beliung

Bukan hanya rumah yang hancur, barang-barang milik korban masuk ke laut, sehingga tak terselamatkan. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab rumah dalam keadaan kosong. 

Saat kejadian Seniman Zega, sedang menginap di rumah saudaranya. 

Rumah yang ambruk dihuni Seniman Zega beserta istri dan enam anaknya. Berikut ini nama-namanya: 

1. Seniman Zega (37) laki-laki (kepala rumah tangga) pekerjaan nelayan.

2. Feri Aris Zai (35) perempuan (istri) pekerjaan petani 

3. Siska Firdayanti Zega (20) perempuan (anak) 

4. Mei Kristiani Zega (18) perempuan (anak)

5. Ayu Tamara Zega (16) perempuan (anak) 

6. Bazatulo Zega (14) laki-laki (anak)

7. Pasti Ramah Zega (12) laki-laki (anak)

8. Pasaran Zega (10) laki-laki (anak)

Sementara itu Seniman Zega memiliki firasat buruk, sebelum rumahnya ambruk.

Lantaran ada perasaan tidak enak penduduk Dusun 1 Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, itu bersama istri dan enam anaknya menginap di rumah saudaranya. 

Benar saja firasat buruk itu, jadi kenyataan rumahnya yang ada di pinggir laut ambruk di sapu angin puting beliung sekitar pukul 07.30 WIB. 

Rumah korban hancur, tak bisa digunakan lagi. Begitu juga dengan perabot rumah tangga yang ada di dalamnya masuk ke laut. 

Namun setidaknya firasat tidak baik itu, menyelamatkan keluarga Seniman Zega. 

Seniman Zega, memiliki firasat buruk sebab angin kencang terus menderu sejak malam. 

Rumah kayu miliknya yang mulai lapuk terasa bergetar. Atas alasan itulah pada malam hari mengajak anak istrinya menginap di rumah saudara. 

"Rupanya perasaan tidak enaknya jadi kenyataan, rumah korban paginya ambruk," kata Penjabat Keuchik Ujung Sialit, Risman Zega saat dihubungi dari daratan Singkil. 

Risman Zega menyaksikan detik-detik rumah warganya saat roboh disapu angin puting beliung, Jumat (24/10)2025) pagi. 

Sesaat sebelum kejadian sekitar pukul 07.00 WIB, Risman sedang menguras air dari speed boat tepat di samping rumah Seniman Zega di Dusun 1 Kampong Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.

Tiba-tiba Risman mendengar angin bergemuruh. Sejurus kemudian menyapu rumah Seniman, hingga ambruk ke laut. 

"Saya lagi kuras air di speed persis di samping rumah. Tiba-tiba rumah ambruk terkena puting beliung," ujarnya. 

Angin sebut Risman sudah kencang sejak tadi malam. Hanya saja tidak sekencang saat menerjang rumah warganya. 

"Puncak angin kencang mulai jam tujuh tadi," ujarnya. 

Selain angin kencang hujan juga mengguyur deras di wilayah kepulauan tersebut. Kondisi itu membuat proses evakuasi barang milik korban sulit dilakukan. 

Belum lagi laut lokasi rumah korban jatuh cukup dalam.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved