Lhokseumawe
Parah, Sehari Listrik Padam sampai Empat Kali di Alue Lim Lhokseumawe
Warga Komplek Korpri Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe menilai kalau kinerja PLN di Lhokseumawe....
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Warga Komplek Korpri Alue Lim mengeluhkan pelayanan PLN Lhokseumawe yang dinilai sangat buruk karena listrik padam hingga empat kali dalam sehari.
- Pemadaman serupa terjadi di kawasan sekitar, bahkan sebelumnya listrik sempat padam lebih dari 12 jam, menyebabkan kerugian dan merusak peralatan warga.
- Ketua DPRK Lhokseumawe menilai pelayanan PLN tidak sebanding dengan ketegasan mereka kepada pelanggan, dan mendesak adanya kompensasi bagi masyarakat terdampak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Warga Komplek Korpri Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe menilai kalau kinerja PLN di Lhokseumawe dalam hal pelayanan sangat bobrok.
Penilaian bobrok dinilai warga sangat wajar dengan kondisi lampu dalam sehari bisa padam sampai empat kali.
Seperti yang terjadi pada Kamis (20/11/2025), dalam sehari yakni sejak siang hingga pukul 20.30 WIB, lampu sudah padam empat kali.
Devi warga Komplek Korpri menyebutkan, pada Kamis hari ini, pertama kali, lampu padam pada siang hari.
Padam pertama kali berlangsung beberapa jam. Karena jelang sore hari lampu baru menyala kembali.
Namun menyala tidak berlangsung lama, karena sekitar setengah jam kemudian lampu padam lagi.
Baru menjelang magrib lampu menyala kembali.
Namun saja, selepas magrib lampu kembali padam untuk ketiga kalinya.
Sehingga baru sekitar puk 20.00 WIB menyala kembali.
Tapi tidak bertahan lama, karena sekitar 30 menit kemudian, lampu kembali padam untuk keempat kalinya.
"Jadi dengan kondisi ini wajar kami menilai kalau pelayanan PLN sangat bobrok" tegasnya.
Informasi yang dihimpun Serambinews.com, kondisi yang sana juga dialami di sejumlah daerah lain yang dekat dengan kawasan Alue Lim.
Hingga berita ini diturunkan Serambinews.com belum ada tanggapan dari PLN Lhokseunawe.
Beberapa hari sebelumnya, Pemadaman listrik kembali melanda sebagian Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe.
Pemadaman kala itu berlangsung dalam durasi lama, yakni sejak Sabtu (15/11/2025) sore hingga Minggu (16/11/2025) siang.
Kondisi ini pun sudah pasti menyebabkan masyarakat rugi.
Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal, menyebutkan, kalau PLN selama ini terus bersikap tegas terhadap pelanggan yang menunggak.
Bila terlambat bayar tagihan, meteran pun langsung dicabut, tanpa memperdulikan kondisi keuangan dari pelanggan itu sendiri.
"Bila nanti pelanggan tersebut ada uang untuk bayar tagihan, maka saat pasang ulang pun dikenakan denda dengan harga yang selangit," katanya.
Namun sikap tegas PLN terhadap pelanggan berbanding balik dengan pelayanan yang diberikan.
Menurut Faisal, beberapa waktu lalu, kerap listrik hidup mati dan kadang-kadang tidak cukup arus.
Kondisi ini tentunya sangat merugikan pelanggan. Barang-barang eletroniknya rusak.
Lalu pemadaman yang berdurasi panjang yang menyebavkan banyaj unut usaha masyarakat yang tidak bisa berjalan.
Namun kondisi listrik kerap padam ini, menurut Fasal, pemikiran pihak PLN sudah hal yang lumrah, dan tkdak mempedulikan kerugian dari masyarakat.
Baca juga: VIDEO - Nakes Non PPPK di Lhokseumawe Gelar Aksi, Ini Tujuannya
Padahal bila dilihat dari sikap tegas PLN terhadap pelanggan yang menunggak bahkan dengan diberlakukan denda segala bila mau nyambung kembali, maka sudah seharusnya ada timbal baliknya.
"Bila PLN padamkan listrik harus juga diberikan kompensasi pada pelanggan. Ini baru adil," katanya.
Bisa saja PLN buat posko pengaduan di setiap daerah. Bila ada kerugiam masyarakat akibat kerap padam listrik, bisa melapor dan selanjutnya didata dan dilakukan ganti rugi.
"Apa berani PLN seperti itu? Saya yakin pasti tidak. Karena PLN meskipun perusahaan negara, yang dikejar hanya untung banyak, tanpa peduli terhadap nasib masyarakat," katanya.
Intinya, lanjut Politisi Partai Aceh ini, PLN jangan cuma kejar taget bonus akhir tahun saja, tetapi masyarakat terabaikan.
"Kita mau ada kompensasi dari pihak PLN untuk masyarakat yang terkena dampak
Beberapa unit usaha mungkin tidak bisa jalan kalau terjadi masalah pemadaman seperti sekarang ini," demikian Faisal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemadaman-listrik-30.jpg)