Selasa, 5 Mei 2026

Aceh Besar

Universitas Abulyatama Wisuda 484 Lulusan, Ini Nama Para Wisudawan Terbaik Unaya

Universitas Abulyatama (Unaya) kembali meluluskan sebanyak 484 wisudawan program Magister, Profesi, Sarjana dan Diploma tahun 2025...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
SANTUNAN YATIM - Rektor Unaya, Ir R Agung Efriyo Hadi MSc PhD IPM ASEAN Eng usai santunan anak yatim dalam wisuda ke-XXXI, kampus setempat, Aceh Besar, Selasa (25/11/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Abulyatama mewisuda 484 lulusan dari berbagai jenjang dalam Wisuda ke-XXXI bertema “Alumni Berdampak, Unaya Berbakti untuk Negeri”.
  • Rektor menegaskan komitmen Unaya menjadi “Kampus Berdampak” yang melahirkan alumni berkontribusi nyata bagi masyarakat.
  • Yayasan Abulyatama mendorong para lulusan terus belajar, menjaga integritas, serta memperkuat jejaring alumni sebagai agen perubahan sosial.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Universitas Abulyatama (Unaya) kembali meluluskan sebanyak 484 wisudawan program Magister, Profesi, Sarjana dan Diploma tahun 2025 dalam wisuda ke-XXXI bertema “Alumni Berdampak, Unaya Berbakti untuk Negeri” di Aula GSG Nyak Syeh, kampus setempat, Aceh Besar, Selasa (25/11/2025).

Prosesi penyerahan ijazah dilakukan dengan kebiasan selama ini, yaitu prosesi sungkeman tetap menjadi simbol terima kasih seorang anak kepada orang tuanya. Prosesi wisudawan di antaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan.

Prestasi tertinggi pada Wisuda Unaya ke-31 diraih oleh Ana Agustina Sachlan SPd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Peraih prestasi pada tingkat Fakultas yaitu Dian Muspita Sari SPd dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan IPK 3,94, Prodi D-3 Keperawatan Fakultas Fikes yaitu Beny Bilo Amd dengan IPK 3.90, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Prodi Manajemen Oki Agustian, SE. dengan IPK 3.90.

Selanjutnya Muhammad Raihan SPi dari Fakultas Perikanan Prodi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan dengan IPK 3,90, dari Fakultas Hukum yakni Doni Sastrawan Kusuma dengan IPK 3,75, dari Fakultas Pertanian dari Prodi Agribisnis yaitu Qafeli Nikita SP dengan IPK 3,81, 

Sementara dari Fakultas Teknik dari Prodi Sistem Informasi yaitu Safiatuddin Fitra SCom dengan IPK SI 3,71 dan dari Fakultas Kedokteran yaitu Isnaini Utami SKep dengan IPK 3,66.

Rektor Unaya, Ir R Agung Efriyo Hadi MSc PhD IPM ASEAN Eng menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil meraih gelar akademis jenjang Magister, Profesi, Sarjana dan Diploma di Universitas Abulyatama.

“Gelar yang diterima hari ini bisa menjadi langkah awal bagi Wisudawan dan Wisudawati untuk turut hadir dan berkontribusi dalam memajukan pembangunan bangsa,” kata Agung.

Rektor Unaya itu menyampaikan, sejalan dengan kebijakan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kini menegaskan arah transformasi perguruan tinggi menuju “Kampus yang Berdampak”.

Dikatakan, sebuah kampus tidak lagi diukur hanya dari banyaknya lulusan atau publikasi ilmiah, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Universitas Abulyatama berkomitmen untuk menjadikan diri sebagai Kampus Berdampak, tempat ilmu tidak berhenti di ruang kuliah, melainkan menjelma menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin setiap mahasiswa dan alumni menjadi agen perubahan sosial yang membawa nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan keadilan dalam setiap karya dan profesinya,” ucap Agung.

Menurutnya, para lulusan bukan hanya mewarisi nama baik almamater, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menunjukkan impact, dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Kampus berdampak lahir dari alumni yang berdampak. Maka wisudawan dan wisudawati harus terus menjalin hubungan erat dengan Unaya, berbagi pengalaman, membuka peluang magang, riset, dan pengabdian masyarakat di bidang masing-masing.

“Abulyatama bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah bagi setiap insan yang ingin terus berkontribusi,” tegas Agung.

Sementara Ketua Yayasan Abulyatama Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dr Muhammad Rizki SpJ-FIHA dalam sambutannya menyampaikan, komitmen untuk mendukung seluruh upaya universitas dalam mewujudkan visi “Kampus Berdampak”, sebagaimana digariskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kampus Berdampak berarti bahwa universitas tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sumber solusi bagi masyarakat, penggerak inovasi daerah, dan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dari kehidupan nyata.

Melalui riset terapan, program pengabdian masyarakat, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, kampus dapat menghadirkan ilmu yang hidup dan memberi manfaat langsung.

Baca juga: Dosen Unaya dan Poltek Aceh Kolaborasi, Latih Ibu Rumah Tangga Buat Sabun Lerak Ramah Lingkungan

Yayasan Abulyatama Nanggroe Aceh Darussalam bersama Universitas berkomitmen membangun lima pilar strategis pendidikan abad ke-21, yang diyakini menjadi bekal penting bagi para lulusan, pendidikan berkualitas dan relevan, inovasi dan kreativitas, kepemimpinan visioner, partisipasi aktif dalam masyarakat, menjaga persatuan dan nilai budaya.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Abulyatama, saudara kini memikul tanggung jawab sebagai duta almamater. Di manapun kita berkarya, jadilah contoh dalam integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial,” pesan dr Rizki.

Dia meminta agar para lulusan membawa semangat Rumoh Ilmu dan Budaya bahwa ilmu harus melahirkan nilai, dan nilai harus memberi manfaat. 

“Jangan berhenti belajar. Dunia akan terus berubah, dan pembelajaran sejati berlangsung seumur hidup (lifelong learning). Gunakan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh,” ucap Rizki.

Jadilah generasi yang berpikir global, tetapi berjiwa lokal mencintai tanah air dengan karya nyata yang berdampak. 

“Kami juga berharap para alumni memperkuat jejaring alumni Universitas Abulyatama agar menjadi ekosistem yang saling mendukung, berbagi peluang, dan mendorong kolaborasi lintas bidang,” kata Rizki.

“Di era konektivitas ini, keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh kemampuan individu semata, tetapi oleh kemampuan untuk bekerja sama dan membangun jaringan yang kuat,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved