Berita Banda Aceh
Perpustakaan Aceh Sediakan Layanan Khusus untuk Disabilitas
Dengan naik lift, tamu difabel tentunya bisa sampai ke lantai 4, tetapi layanan khusus untuk difabel sengaja ditempatkan
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Dengan naik lift, tamu difabel tentunya bisa sampai ke lantai 4, tetapi layanan khusus untuk difabel sengaja ditempatkan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Perpustakaan Aceh yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) memberikan perhatian penuh kepada seluruh pemustaka yang datang berkunjung, termasuk perhatian khusus kepada kaum difabel.
Bukan saja ramah anak dan lansia, perpustakaan provinsi yang dijuluki “Mal Baca” ini juga ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus atau kaum difabel.
Para penyandang cacat yang berkunjung ke perpustakaan ini sangat dimudahkan aksesnya sejak dari ‘basement’.
“Di basement bahkan terdapat area khusus untuk parkir kendaraan bagi tamu yang disabilitas.
Kita beri tanda dan warna khusus,” ujar Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Zulkifli MPd, kepada Serambinews.cim di ruang kerjanya, Selasa (25/11/2025) sore.
Letak tempat parkir khusus difabel itu, lanjut Zulkifli, hanya beberapa langkah dari pintu lift, sehingga sangat mudah diakses oleh mereka yang berkebutuhan khusus.
Dengan naik lift, tamu difabel tentunya bisa sampai ke lantai 4, tetapi layanan khusus untuk difabel sengaja ditempatkan di lantai 1. Dengan demikian, selain bisa diakses melalui lift, juga bisa dicapai dengan mudah oleh pengunjung yang naik dari lobi lantai 1.
Ada guiding block
Untuk memudahkan para tunanetra berkunjung ke gedung lima lantai ini, akhir tahun ini dipasang ‘guiding block’ dari plastik di lantai lobi menuju pintu masuk lantai 1 Gedung Perpustakaan Aceh.
“Ruang Baca Difabel juga kita tempatkan di lantai 1 supaya lebih mudah diakses oleh mereka yang datang dengan kursi roda. Kita juga menyediakan beberapa unit kursi roda bagi yang membutuhkannya,” kata Zulkifli.
Istimewanya lagi, bagi pemustaka yang tunanetra, jika ingin membaca buku, tersedia buku-buku berhuruf Braille.
Braille adalah sistem tulisan dan cetakan (berdasarkan abjad Latin) untuk para tunanetra berupa kode yang terdiri atas enam titik dalam berbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat dibaca.
“Buku-buku Braille di Ruang Baca Difabel ini tetap ada yang baca, meski agak jarang,” ungkap doktor jebolan Universitas Syiah Kuala ini.
Melengkapi layanan untuk kaum berkebutuhan khusus, di Perpustakaan Aceh ini disediakan juga toilet khusus untuk difabel di setiap lantai.
“Semua layanan yang diperlukan difabel, kita coba penuhi di Mal Baca ini, sehingga gedung ini benar-benar bermanfaat bagi semua, tanpa kecuali,” demikian Zulkifli. (*)
| Mendarat di Bandara SIM, Jamaah Haji Aceh Mulai Pulang ke Daerah Asal |
|
|---|
| PKS Aceh Bekali Pengurus Daerah dengan Penguatan Ideologi Partai |
|
|---|
| Pansel Perpanjang Pendaftaran Seleksi JPT Pemerintah Aceh, Dua Jabatan Sepi Peminat |
|
|---|
| Pendaftaran Seleksi Jabatan Eselon II Pemerintah Aceh Kembali Diperpanjang |
|
|---|
| MTsN 1 Banda Aceh Tampil Terbaik dan Juara 1 Pawai Muharram 1448 Hijriah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kadis-2.jpg)