Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Lebih Separuh Aceh Utara Terendam Banjir, Dua Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Banjir kini merendam lebih separuh Aceh Utara, yaitu 18 dari 27 kecamatan. Di antaranya, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Langkahan, Baktiya, Samudera...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Foto Tangkapan layar
Jalan nasional di kawasan Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara direndam banjir, sehingga sangat berisiko bagi warga yang melintas. 

Ringkasan Berita:
  • Rabu (26/11/2025), banjir besar melanda Kabupaten Aceh Utara akibat hujan deras & jebolnya tanggul sungai.
  • Banjir merendam 18 dari 27 kecamatan, termasuk Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Langkahan, Baktiya, Samudera, Lhoksukon, Matangkuli, Tanah Luas, Sawang, & Muara Batu.
  • Tanggul Krueng Pase jebol di 4 titik dan Krueng Peuto di 2 titik, menyebabkan luapan air merendam rumah warga dan jalan nasional.
  • Kondisi terparah di Dusun Tanah Merah, Desa Leubok Pusaka, dengan ketinggian air lebih dari 5 meter.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Banjir besar melanda Kabupaten Aceh Utara sejak sepekan terakhir dan semakin meluas hingga Rabu (26/11/2025), dipicu hujan deras berkepanjangan serta jebolnya sejumlah tanggul sungai.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status Siaga Bencana Banjir sejak 23 November 2025 melalui keputusan Bupati H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa) sebagai langkah percepatan penanganan darurat.

Banjir kini merendam  lebih separuh Aceh Utara, yaitu 18 dari 27 kecamatan.

Di antaranya,  Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Langkahan, Baktiya, Samudera, Lhoksukon, Matangkuli, Tanah Luas, Sawang, Muara Batu dan wilayah lainnya.

Kondisi semakin parah, setelah tanggul Krueng Pase di Kecamatan Samudera jebol di empat titik serta tanggul Krueng Peuto di Kecamatan Lhoksukon jebol di dua titik.

Sehingga air meluap deras dan merendam rumah warga serta menggenangi jalan nasional Banda Aceh–Medan.

Tragedi kemanusiaan pun terjadi dalam peristiwa ini.

Seorang warga Kecamatan Matangkuli, Muzammil (30), meninggal dunia akibat tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan ayam peliharaannya di tengah rumah yang terendam banjir pada Selasa (25/11/2025) malam.

Korban kedua adalah M Afdalil (27), warga Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat melintasi jalan persawahan menggunakan sepeda motor trail, pada Rabu (26/11/2025).

Pencarian dilakukan selama sekitar tiga jam sebelum korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Awas! Lintas Aceh-Medan Masih Terendam Banjir di Kota Subulussalam 

Selain kawasan perkotaan, kondisi terparah dilaporkan terjadi di Dusun Tanah Merah, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, di mana ketinggian air mencapai lebih dari lima meter hingga merendam atap rumah dan bahkan lantai dua balai desa yang dijadikan lokasi pengungsian.

Berdasarkan data BPBD Aceh Utara yang diperoleh Serambinews.com, jumlah korban banjir terendam 4.451 jiwa (2668 KK) dan jumlah pengungsi 3.507 jiwa (1.270 KK) dengan 16 titik lokasi pengungsian dengan Ibu Hamil yang terdampak 15 jiwa, balita 373 jiwa, lansia 148 jiwa, disabilitas 7 jiwa.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan serius pada sektor pertanian dan infrastruktur, dengan sekitar 616 hektare sawah dan 571 tambak terendam, delapan titik tanggul sungai rusak, serta satu unit jembatan gantung di Kecamatan Sawang putus terbawa arus.

Kemudian dampak kerusakan rumah, berat 3 unit, sedang 17 unit dan ringan 6 unit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved