Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Enam Titik Tanggul Sungai Jebol dan Jembatan Putus di Aceh Utara, Ekses Banjir yang Kian Meluas

Sebanyak enam titik tanggul sungai di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan jebol dan satu unit jembatan putus akibat banjir...

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Foto tangkapan layar
TERENDAM BANJIR - Atap rumah warga di Dusun Tanah Merah Desa Leubok Pusaka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara mulai terendam banjir, Rabu (26/11/2025).   

 

Ringkasan Berita:
  • Banjir meluas di Aceh Utara hingga menyebabkan enam titik tanggul jebol dan satu jembatan gantung putus, merendam permukiman dan jalan nasional Banda Aceh–Medan.
  • Kerusakan ini membuat akses warga lumpuh dan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
  • Pemkab Aceh Utara menetapkan siaga penuh, mengerahkan OPD, alat berat, dan pelayanan kesehatan, serta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Sebanyak enam titik tanggul sungai di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan jebol dan satu unit jembatan putus akibat banjir yang terus meluas hingga Rabu (26/11/2025).

Kerusakan tersebut menyebabkan air meluap ke permukiman warga hingga menggenangi jalan nasional Banda Aceh–Medan, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan risiko banjir susulan semakin besar.

Tanggul sungai yang jebol dilaporkan terjadi pada Selasa malam (25/11/2025). Empat titik berada di Kecamatan Samudera, tepatnya di tanggul Krueng Pase kawasan Desa Paya Terbang, Tanjong Awe, Tanjong Hagu, dan Teupin Ara.

Selain itu, dua titik lainnya berada di tanggul Krueng Peuto (Peutou) di Kecamatan Lhoksukon, yakni di Desa Kumbang LB Km 7 dan Desa Krueng KM 5.

Jebolnya tanggul-tanggul tersebut membuat air sungai meluap dengan cepat dan merendam permukiman warga, fasilitas umum, serta ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan.

Banyak warga terpaksa tidak melintasi jalur tersebut karena derasnya arus dan tingginya genangan air. Jika pun dilalui, kondisi sangat berisiko terseret arus banjir.

Kondisi diperkirakan berpotensi semakin parah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur Aceh Utara dan sekitarnya hingga 28 November 2025, sehingga debit air sungai dikhawatirkan terus meningkat.

Selain merendam rumah warga, jebolnya tanggul juga menyebabkan kerugian material yang besar.

Pemerintah daerah diperkirakan akan menanggung kerugian hingga miliaran rupiah untuk memperbaiki enam titik tanggul yang rusak, sementara masyarakat kehilangan harta benda dan mengalami kerusakan rumah.

Tak hanya tanggul, satu unit jembatan gantung di kawasan Sungai Sawang dilaporkan putus akibat derasnya arus banjir. Putusnya jembatan tersebut memutus akses warga antarwilayah dan menghambat distribusi bantuan.

Baca juga: Banjir Meluas di Aceh Utara Hingga 18 Kecamatan, Bupati Ayahwa Gelar Rapat Darurat dengan Muspida

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil SE MM (Ayah Wa) menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk siaga penuh.

Tenaga kesehatan diperintahkan memberikan pelayanan intensif kepada para pengungsi, sementara Dinas PUPR dikerahkan untuk menurunkan alat berat guna melakukan normalisasi sungai dan saluran air.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menjauhi sumber aliran listrik saat banjir, tidak memaksakan diri melintasi genangan atau arus deras, serta segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan.

“Debit air sungai masih tinggi dan berpotensi terus meningkat. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegas Ayah Wa.(*)


 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved