Banjir Aceh Utara
Tak Pernah dalam Sejarah, Gampong Paloh Lada Aceh Utara Direndam Banjir Setinggi Dada
Hingga pukul 21.53 WIB, ketinggian banjir di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sudah mencapai dada orang dewasa.
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terendam banjir sejak Selasa (25/11/2025). Bahkan ada desa yang dalam sejarah tak pernah mengalami banjir, pada Rabu (26/11/2025) malam ini sudah terendam air setinggi dada orang dewasa.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari warga Paloh Lada, Rizka menyebutkan, hujan deras yang terus mengguyur kawasan pada Rabu (26/11/2025) mengakibatkan banjir merendam rumah warga.
Hingga pukul 21.53 WIB, ketinggian air makin bertambah dan kini sudah mencapai dada orang dewasa.
Sebagian besar masyarakat sudah mengungsi ke dua sekolah yang ada di desa tersebut, karena dua sekolah itu terletak lebih tinggi dari pemukimam penduduk.
"Kondisi gelap gulita, sementara hujan deras belum berhenti, dan air terus naik. Tadi sore sepinggang, malam ini sudah naik lagi sampai seukuran dada," kata Rizka.
Selain Gampong Paloh Lada, Gampong Tambon Baroh dan Tambon Tunong juga direndam banjir.
Di beberapa titik di Gampong Tambon Baroh, ketinggian air juga makin tinggi, antara 1 meter hingga 1,5 meter.
Ada beberapa warga yang terjebak di rumahnya dan tak bisa lagi mengungsi.
"Kami mengharapkan bantuan tim SAR untuk menjemput atau mengevakuasi warga-warga yang terjebak di rumahnya," ujar warga lainnya.
Baca juga: Lebih Separuh Aceh Utara Terendam Banjir, Dua Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, banjir yang melanda kawasan Aceh Utara merupakan banjir terparah dalam sejarah.
Termasuk banjir yang terjadi di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara.
"Tidak pernah banjir separah ini," katanya.
Di tengah kondisi banjir, warga juga dihadapkan pada persoalan lain seperti kesulitan berkomunikasi, dan tentu kesulitan.
Air Mencapai Tingkat Dua Tempat Warga Mengungsi
Di tempat terpisah, di Dusun Tanah Merah, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara menjadi lokasi terparah banjir saat ini di Kabupaten Aceh Utara hingga Rabu (26/11/2025).
Lantai dua balai desa di kawasan Desa Leubok Pusaka yang digunakan untuk mengungsi juga sudah terendam banjir, sehingga warga harus mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengungsi.
Ketinggian air di dusun yang dihuni sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) tersebut sudah mencapai atap rumah warga.
Sebagian warga mendirikan rumah di dataran yang tinggi, sehingga mereka masih tinggal di rumah.
Dari video yang dikirim Tgk Muslem pimpinan dayah asal Kecamatan Langkahan yang merekam kondisi banjir di Dusun Tanah Merah, terlihat atap rumah warga juga sudah terendam.
Rata-rata ketinggian atap rumah warga di dusun tersebut mencapai 5 meter lebih.
Artinya, ketinggian air di dusun tersebut sudah melebih dari 5 meter di lokasi tertentu.
“Sudah lebih 5 meter airnya, rata-rata atap rumah di dusun tersebut sudah terendam juga,” ujar Tgk Muslem kepada Serambinews.com, Rabu (26/11/2025).
Disebutkan, dirinya juga mengevakuasi guru mengaji dari dayah di kawasan Leubok Pusaka ke lokasi yang aman.
Sedangkan warga di Dusun Tanah Merah mulai mengungsi di Dusun Leubok Pusaka pada Selasa (25/11/2025), setelah air dari terusan arakundo merendam rumah mereka.
Warga mengkhawatirkan jika air melintasi tanggul di kawasan Desa Leubok Muku, bisa berdampak luas banjir kepada desa lainnya.
“Informasi yang kami terima, ada ibu hamil bersama bayi masih berada dalam rumah, karena itu warga bantuan berupa boat bersama petugas memantau ke lokasi tersebut,” harap Tgk Muslem.
Banjir kali juga menjadi yang terparah di Aceh Utara.
Kawasan lintasan nasional atau Jalan Banda Aceh -Medan yang sebelumnya tidak terendam, kali ini hampir merata terendam, diantaranya Syamtalira Bayu, Samudera, Syamtalira Aron, Lhoksukon dan sejumlah kecamatan lainnya termasuk di wilayah Barat Aceh Utara.(*)
| Sudah Sepekan, Sarah Raja belum Tersentuh Bantuan, Danrem: tak Terjangkau Jalan Darat Harus Airdrop |
|
|---|
| Ayahwa Menyerah dan Menangis: Kami hanya Ada Beras, Saya Paham Masyarakat Marah Kecewa, Makilah Saya |
|
|---|
| Lagi, Lima Jenazah Korban Banjir Aceh Utara Dievakuasi, PMI Terus Pantau Situasi |
|
|---|
| BREAKING NEWS - Korban Banjir di Aceh Utara Tidur di Pinggir Jalan Nasional, Air Belum Surut |
|
|---|
| Banjir Aceh Utara, PT PIM Hentikan Sementara Operasional Pabrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-di-Desa-Tambon-Tunong-Aceh-Utara.jpg)