Aceh Tenggara
BPBD Aceh Tenggara Kerahkan Beko Perbaiki Tanggul Jebol, Desa Kuning Dilanda Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, mengerahkan satu alat berat excavator atau beko untuk memperbaiki tanggul...
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Tanggul jebol di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, menyebabkan banjir hingga 50 cm yang menutup Jalan Nasional Aceh Tenggara–Medan.
- BPBD Aceh Tenggara menurunkan alat berat untuk perbaikan tanggul sementara hujan deras terus memperburuk kondisi.
- Arus lalu lintas terganggu karena air semakin naik, material terbawa arus berserakan, dan kawasan Desa Kuning mulai terendam banjir.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, mengerahkan satu alat berat excavator atau beko untuk memperbaiki tanggul yang jebol.
Jebolnya tanggul itu menyebabkan Jalan Nasional di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, tergenang air mencapai 50 centimeter.
"Kita telah turunkan alat berat untuk memperbaiki tanggul yang jebol di Desa Kuning II Kecamatan Bambel.
Banjir yang saat ini mengenangi jalan Nasional Aceh Tenggara menuju Medan persisnya Desa Kuning akibat air Sungai Lawe Kinga Lawe Ketuban meluap ke jalan nasional karena debit air terus meningkat.
Hal ini disebabkan karena hujan deras mengguyur Aceh Tenggara sejak dua hari terakhir ini tidak henti-hentinya," ujar Kalaksa BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi ST MM kepada Serambinews.com, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, saat ini air mengenangi jalan nasional di depan SPBU hingga ke pekan Kuning, Kecamatan Bambel.
Seperti diketahui sebelumnya, hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara.
Dampaknya air Sungai meluap hingga ke Jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Sumatera Utara persisnya Desa Kuning Kecamatan Bambel, Rabu (26/11/2025) sekira pukul 17.30 WIB.
Pantauan Wartawan Serambinews.com di lapangan, air yang berada di bawah jembatan mulai naik ke jalan nasional.
Pasalnya akibat intensitas hujan yang terus menerus selama dua hari terakhir ini tak henti-hentinya, menyebabkan Desa Kuning Kecamatan Bambel mulai banjir.
Ketinggian air di jalan raya 30 hingga 50 centimeter. Ini dikawatirkan akan semakin tinggi dan tentunya rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas.
Kendaraan roda dua roda dan roda empat mulai berhati-hati melintas di jalan Nasional Desa Kuning. Mereka khawatirkan material bebatuan dan kayu berserakan di jalan raya nasional.
Baca juga: Miliki Luas 830 Ribu Hektare Lebih, TNGL Jadi Kawasan Konservasi Terbesar di Asia Tenggara
"Hati-hati melintas, air mulai naik ke jalan raya," kata seorang pengendara sepeda motor yang melintasi jalan Nasional Kuning yang digenangi banjir kiriman.
Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi ST MM kepada Serambinews.com, Rabu (26/11/2025) mengatakan Desa Kuning, Kecamatan Bambel mulai dilanda banjir. Hal ini disebabkan akibat adanya tanggul jebol," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/excavator-di-Desa-Kuning-II-untuk-memperbaiki-tanggul.jpg)