Senin, 27 April 2026

Berita Abdya

Pemkab Abdya Perkuat Basis Data Sektoral dan Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Kegiatan tersebut, dalam rangka memperkuat basis data sektoral dan kolaborasi menuju sensus ekonomi tahun 2026 yang akurat.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Masrian Mizani
DATA SEKTORAL - Asisten III Setdakab Aceh Barat Daya (Abdya) Rizal membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Statistik Sektoral dan Penyusunan Publikasi Kabupaten Aceh Barat Daya dalam Angka Tahun 2026, bertempat di Aula Dikila Kantor Bappeda setempat, Kamis (27/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • FGD digelar untuk meningkatkan kualitas statistik sektoral serta mendukung penyusunan publikasi Abdya dalam Angka 2026 dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.
  • Pemkab Abdya menekankan pentingnya data akurat dan konsisten sebagai dasar perencanaan pembangunan, penyusunan anggaran, dan evaluasi kinerja daerah.
  • Kolaborasi OPD dan BPS menjadi kunci dalam membangun ekosistem Satu Data Indonesia dan menghasilkan data yang sahih, mutakhir, dan dapat dipercaya.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Statistik Sektoral dan Penyusunan Publikasi Kabupaten Aceh Barat Daya dalam Angka Tahun 2026, bertempat di Aula Dikila Kantor Bappeda setempat, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan tersebut, dalam rangka memperkuat basis data sektoral dan kolaborasi menuju sensus ekonomi tahun 2026 yang akurat.

Asisten III Setdakab Abdya, Rizal, dalam sambutannya mengatakan, di era tata kelola pemerintahan saat ini, data telah menjadi instrumen utama dalam menyusun kebijakan publik. 

Ia menyebutkan, data bukan lagi pelengkap, tetapi merupakan fondasi yang menentukan arah pembangunan. 

"Tanpa data yang akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran," ucapnya.

Dalam konteks ini, kata Rizal, statistik sektoral yang dikelola oleh OPD berperan penting.

Baca juga: Bupati Safaruddin Imbau Jajaran dan Masyarakat Abdya Siaga Bencana

Setiap angka yang dihasilkan merupakan gambaran nyata kondisi pembangunan daerah dan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program mulai dari RPJMD, RKPD, penyusunan anggaran, hingga evaluasi capaian pembangunan. 

"Karena itu, peningkatan kualitas statistik sektoral adalah investasi penting bagi kemajuan daerah," ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Abdya yang secara konsisten melakukan pembinaan kepada OPD, terkait metode, standar, dan tata kelola statistik. 

"Sinergi antara pemerintah daerah dan BPS melalui kegiatan FGD seperti ini merupakan langkah penting menuju terwujudnya ekosistem satu data Indonesia di daerah," tuturnya.

"Kegiatan hari ini menjadi semakin strategis mengingat kita sedang memasuki fase persiapan sensus ekonomi 2026," tambahnya.

Ia menyebutkan, keberhasilan sensus ekonomi tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan data sektoral yang dimiliki OPD.

Baca juga: 16 Terpidana Judi dan Ikhtilath Dihukum Cambuk di Abdya, Dua Tak Hadir, Satu Tekanan Darah Tinggi 

"Semakin baik data sektoral kita hari ini, semakin tepat pula integrasi dan verifikasi yang dapat dilakukan oleh BPS dalam proses pendataan nantinya," imbuhnya.

"Karena itu, kami berharap agar seluruh OPD memperkuat konsistensi, kelengkapan, dan keandalan data sejak dini. Mari kita dukung BPS dalam menyukseskan sensus ekonomi 2026 di Bumoe Breuh Sigupai ini," ajaknya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Abdya dalam angka merupakan publikasi statistik paling komprehensif dan menjadi rujukan utama bagi siapa pun yang ingin mengetahui potret Abdya, baik oleh pemerintah, dunia pendidikan, investor, maupun masyarakat umum.

"Perlu kami tegaskan bahwa sebagian besar data yang digunakan dalam penyusunan Abdya dalam angka bersumber dari instansi dan OPD yang berhadir pada hari ini.

Oleh karena itu saya meminta agar data yang disampaikan adalah data yang sahih, mutakhir, dan menggambarkan kondisi sebenarnya," bebernya.

Ia mengatakan, data juga harus disajikan secara konsisten dari tahun ke tahun, mengikuti standar data statistik, dan yang paling penting, data tersebut harus akurat dan dapat dipercaya, karena publikasi ini digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Baca juga: Listrik Masih Padam, Warga Abdya Ramai-ramai Padati Warung Kopi

"Kualitas publikasi Abdya dalam angka sangat ditentukan oleh kualitas data yang disampaikan oleh OPD.

Oleh sebab itu, kami berharap komitmen penuh dari semua pihak untuk memastikan bahwa setiap angka yang diberikan adalah cerminan nyata dari kondisi di lapangan," ucapnya.

Dengan semangat kolaborasi, koordinasi, dan konsistensi, ia yakin dapat memperkuat tata kelola data yang lebih profesional, modern, dan terintegrasi. 

"Data yang berkualitas adalah kunci menuju pembangunan Abdya yang lebih maju, lebih terukur, dan lebih tepat sasaran," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved