Senin, 27 April 2026

Listrik di Aceh Padam sampai Kapan? Ini Keterangan dari BNPB dan PLN

Sebagai langkah extraordinary response, PLN akan segera membangun lima unit tower untuk percepatan pemulihan listrik Aceh.

Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
Cuaca ekstrem yang melanda Aceh menyebabkan robohnya 5 tower transmisi 150 kV milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada ruas Arun–Bireuen di Kabutaen Bireuen pada Rabu (26/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • PT PLN UID Aceh melaporkan kini ada sembilan tower transmisi PLN yang roboh akibat banjir.
  • General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra mengatakan, seluruh sumber daya kini dipusatkan untuk mempercepat pemulihan sistem transmisi yang terputus akibat bencana.
  • Sebagai langkah extraordinary response, pihaknya akan segera membangun lima unit tower untuk percepatan pemulihan listrik Aceh.

 

SERAMBINEWS.COM - Pemadaman listrik yang meluas masih terjadi di beberapa wilayah di Aceh dan sebagian besar Pulau Sumatera bagian utara.

Hal ini disebabkan oleh gangguan transmisi pada sistem kelistrikan Sumatera yang terjadi sejak Selasa, 4 Juni 2024.

Pemulihan sedang berlangsung secara bertahap.

Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari memberikan keterangan mengenai masalah pemadaman listrik di Aceh akibat bencana banjir

"Untuk pemadaman listrik memang kemarin sempat dilakukan untuk memastikan tidak ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa menyebabkan masyarakat ada fatalitas," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Kamis (27/11/2025).

Abdul Muhari mengatakan, masih ada masyarakat yang kemarin belum sempat dievakuasi dari rumah masing-masing. 

"Kepada kami pun saat ini masih banyak laporan-laporan meminta dukungan evakuasi yang sudah kami teruskan kepada tim di lapangan," tambahnya. 

Ia mengatakan ada beberapa kendala akses, tetapi sudah bisa ditangani hari ini. 

"Mudah-mudahan begitu masyarakat kemudian sudah bisa kita evakuasi, masalah listrik ini kemudian bisa kita selesaikan," ucapnya. 


Diberitakan Kompas.tv sebelumnya, banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, menyebabkan tiga tower jaringan transmisi tegangan tinggi milik PLN tumbang dan terbawa arus sungai, Rabu (26/11/2025). 

Kerusakan pada infrastruktur utama ini berdampak pada padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah Aceh.

Tiga tower yang roboh merupakan bagian dari jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Aruen–Bireuen.

Arus banjir yang kuat menghantam pondasi tower, kemudian menyeret struktur baja tersebut ke aliran sungai.

Putusnya jaringan transmisi membuat pasokan listrik dari sistem utama terhenti.

Senior Manajer Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Aceh menjelaskan, tumbangnya tower terjadi secara hampir bersamaan saat debit air meningkat tajam. 

“Itu ada tiga tower yang roboh sehingga menyebabkan listrik di sebagian wilayah Aceh ini padam. Namun kita sudah berusaha bergerak cepat untuk menurunkan ratusan personel kita untuk mengecek dan melakukan tindakan-tindakan antisipasi,” ujarnya.

PLN menyatakan telah mengerahkan ratusan petugas untuk melakukan pemeriksaan di sepanjang jalur transmisi yang terdampak banjir. 

Baca juga: PLN Akan Bangun 5 Tower Darurat Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, Pembangkit Nagan Dioptimalkan

Tower Transmisi Roboh Akibat Banjir Bertambah Jadi 9

 

Terbaru, PT PLN UID Aceh melaporkan kini ada sembilan tower transmisi PLN yang roboh akibat banjir.

"Akibat banjir bandang yang terjadi dari wilayah Bireuen dan Aceh Timur, mengakibatkan 9 tower SUTT 150 KV terdampak. 3 tower lainnya mengalami kerusakan struktur," ungkap General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra di Banda Aceh, Kamis (27/11/2025).

Eddi menjelaskan, kerusakan tower transmisi ini menimbulkan dampak signifikan, karena jaringan tersebut menjadi jalur utama penyalur listrik ke 18 kabupaten/kota di Aceh.

"Jaringan ini mendistribusikan listrik ke wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, Pidie, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil," jelas Eddi.

Baca juga: Listrik Masih Padam, Manager PLN ULP Blangpidie: Material PLN Sedang Diterbangkan ke Aceh

PLN bakal bangun lima tower darurat

Eddi mengatakan, bahwa seluruh sumber daya kini dipusatkan untuk mempercepat pemulihan sistem transmisi yang terputus akibat bencana.

Sebagai langkah extraordinary response, pihaknya akan segera membangun lima unit tower emergency sebagai solusi percepatan pemulihan listrik Aceh.

“Kami telah mengerahkan ratusan personel, dengan dukungan penuh dari TNI serta puluhan ton alat berat,” ujarnya.

Eddi menyebutkan bahwa personel lapangan merupakan tim gabungan dari berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah, demi memperkuat proses pemulihan di titik-titik kritis.

Selain itu, material pendukung telah dimobilisasi dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang untuk memastikan percepatan progres pemulihan.

Eddi memastikan seluruh petugas dan peralatan utama sudah tiba di Aceh pada Kamis (27/11/2025) siang ini.

“Material sudah diangkut menggunakan Hercules dan akan segera kami mobilisasi ke wilayah terdampak,” ungkapnya.

Eddi mengaku, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengakses daerah-daerah terdampak karena kondisi jalan yang lumpuh.

Untuk menjangkau area yang sama sekali tidak dapat dilalui jalur darat, PLN menunggu kedatangan helikopter dari Jakarta yang diperkirakan tiba dalam 1–2 hari, jika cuaca memungkinkan.

“Helikopter ini yang nantinya akan memobilisasi peralatan perbaikan tower di wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang,” ujar Eddi.

"Kita berharap akses jalannya segera pulih. Karena saat ini kita masih terbatas, terutama di wilayah meureudu lumpuh, jadi tidak bisa dilewati," tambahnya.

Andalkan pembangkit Nagan Raya

Lebih lanjut, Eddi mengatakan, saat ini Aceh hanya mengandalkan suplai listrik dari Nagan Raya yang kapasitasnya sangat terbatas.

"Suplai dari pembangkit PLTMG Arun tidak bisa sampai di transmisi Sigli, karena tower dari jalur ini roboh," jelas Eddi.

Meski demikian, pihaknya akan tetap mengoptimalkan kinerja dari pembangkit di Nagan Raya.

Langkah darurat ini diambil agar sebagian wilayah Aceh tetap mendapat suplai listrik.

“Kami berusaha mengoptimalkan pembangkit di Nagan Raya, mudah-mudahan bisa menyuplai listrik ke Banda Aceh dan sebagian Sigli, meskipun sangat terbatas,” ujar Eddi.

Sebagai penguatan sementara, PLN juga akan mengirim genset ke beberapa daerah dalam waktu dekat untuk menambah keandalan listrik di titik-titik prioritas.

Eddi menegaskan komitmen timnya untuk bekerja 24 jam dalam upaya mempercepat pemulihan agar listrik di Aceh kembali stabil secepat mungkin.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar pengerjaan teknis di lapangan berjalan lancar dan aman, sehingga pasokan listrik di Aceh dapat kembali normal,” katanya.

Baca juga: Dampak Banjir dan Longsor, BNPB dan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Sumut dan Aceh

PLN Akan Bangun 5 Tower Darurat Percepat Pemulihan Listrik di Aceh

 

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra mengatakan, seluruh sumber daya kini dipusatkan untuk mempercepat pemulihan sistem transmisi yang terputus akibat bencana.

Sebagai langkah extraordinary response, pihaknya akan segera membangun lima unit tower untuk percepatan pemulihan listrik Aceh.

“Kami telah mengerahkan ratusan personel, dengan dukungan penuh dari TNI serta puluhan ton alat berat,” ujarnya.

Eddi menyebutkan bahwa personel lapangan merupakan tim gabungan dari berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah, demi memperkuat proses pemulihan di titik-titik kritis.

Selain itu, material pendukung telah dimobilisasi dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang untuk memastikan percepatan progres pemulihan.

Eddi memastikan seluruh petugas dan peralatan utama sudah tiba di Aceh pada Kamis (27/11/2025) siang ini.

“Material sudah diangkut menggunakan Hercules dan akan segera kami mobilisasi ke wilayah terdampak,” ungkapnya.

Eddi mengaku, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengakses daerah-daerah terdampak karena kondisi jalan yang lumpuh.

Untuk menjangkau area yang sama sekali tidak dapat dilalui jalur darat, PLN menunggu kedatangan helikopter dari Jakarta yang diperkirakan tiba dalam 1–2 hari, jika cuaca memungkinkan.

“Helikopter ini yang nantinya akan memobilisasi peralatan perbaikan tower di wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang,” ujar Eddi.

"Kita berharap akses jalannya segera pulih. Karena saat ini kita masih terbatas, terutama di wilayah meureudu lumpuh, jadi tidak bisa dilewati," tambahnya.

 

Baca juga: Aceh Hebat 1 Batal Layani Krueng Geukuh-Penang, Ketua Himas Apresiasi Pemerintah Aceh

Baca juga: Ilham Pangestu Desak Pemerintah Pusat Segera Turun Tangan Tangani Bencana di Aceh

Baca juga: Pemkab Abdya Perkuat Basis Data Sektoral dan Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved