Berita Internasional
Netanyahu Minta Pengampunan Presiden Terkait Kasus Korupsi , Tel Aviv Meledak dengan Aksi Protes
Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv pada Minggu malam (30/11/2025).
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Netanyahu Minta Pengampunan Presiden Terkait Kasus Korupsi , Tel Aviv Meledak dengan Aksi Protes
SERAMBINEWS.COM – Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv pada Minggu malam (30/11/2025).
Setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengajukan permintaan pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog terkait kasus korupsi yang telah membelitnya selama lima tahun terakhir.
Aksi protes berlangsung di depan kediaman pribadi Presiden Herzog.
Massa membawa poster besar, tumpukan pisang sebagai simbol “republik pisang”, hingga seorang demonstran yang mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye mirip napi.
Mereka menuntut agar Herzog menolak permohonan pengampunan Netanyahu, yang dianggap tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak prinsip hukum di Israel.
Baca juga: Konflik Palestina vs Israel, Paus Leo XIV Sebut Negara Palestina Satu-satunya Solusi
Netanyahu Minta Pengampunan Tanpa Akui Kesalahan
Permintaan pengampunan tersebut diajukan hanya beberapa jam sebelum aksi dimulai.
Netanyahu, 76 tahun, meminta pengampunan penuh tanpa mengakui kesalahan maupun menunjukkan penyesalan.
Dalam video singkat, ia mengklaim bahwa proses hukum yang sedang berjalan telah memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas negara.
Namun langkah ini justru memicu kemarahan publik.
Aktivis antipemerintah Shikma Bressler menegaskan bahwa Netanyahu ingin kasusnya dibatalkan tanpa mempertanggungjawabkan tindakan yang menurutnya telah "menghancurkan negara".
Baca juga: Israel Bunuh 356 Warga Palestina sejak Gencatan Senjata, Total 70.103 Meninggal selama Genosida
Lima Tahun Disidang, 3 Kasus Korupsi Berat
Netanyahu, perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel, sedang menghadapi tiga kasus korupsi yang mencakup:
Penyuapan: Diduga menerima barang mewah senilai lebih dari USD 260.000, termasuk cerutu, sampanye, dan perhiasan sebagai imbalan bantuan politik.
Penipuan dan pelanggaran kepercayaan: Diduga berusaha mempengaruhi liputan media demi keuntungan politik.
Kasus media lainnya: Diduga melakukan negosiasi gelap untuk mendapatkan pemberitaan positif.
| Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total |
|
|---|
| Prajurit TNI Praka Rico Gugur Usai Sebulan Dirawat, Indonesia Sebut Serangan Israel Kejahatan Perang |
|
|---|
| Trump Ancam Inggris dengan Tarif Tinggi, Sengketa Pajak Digital Picu Ketegangan Dagang AS-Inggris |
|
|---|
| Trans Continent Bahas Dagang Aceh-Turkey |
|
|---|
| Ismail Rasyid Bahas Peluang Konektivitas Aceh-Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Netanyahu-ukjj.jpg)