Selasa, 28 April 2026

Berita Internasional

Netanyahu Minta Pengampunan Presiden Terkait Kasus Korupsi , Tel Aviv Meledak dengan Aksi Protes

Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv pada Minggu malam (30/11/2025).

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS/times of israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu engajukan permintaan pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog terkait kasus korupsi. 

Netanyahu Minta Pengampunan Presiden Terkait Kasus Korupsi , Tel Aviv Meledak dengan Aksi Protes

SERAMBINEWS.COM – Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv pada Minggu malam (30/11/2025).

 Setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengajukan permintaan pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog terkait kasus korupsi yang telah membelitnya selama lima tahun terakhir.

Aksi protes berlangsung di depan kediaman pribadi Presiden Herzog.

Massa membawa poster besar, tumpukan pisang sebagai simbol “republik pisang”, hingga seorang demonstran yang mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye mirip napi.

Mereka menuntut agar Herzog menolak permohonan pengampunan Netanyahu, yang dianggap tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak prinsip hukum di Israel.

Baca juga: Konflik Palestina vs Israel, Paus Leo XIV Sebut Negara Palestina Satu-satunya Solusi

Netanyahu Minta Pengampunan Tanpa Akui Kesalahan

Permintaan pengampunan tersebut diajukan hanya beberapa jam sebelum aksi dimulai.

Netanyahu, 76 tahun, meminta pengampunan penuh tanpa mengakui kesalahan maupun menunjukkan penyesalan.

Dalam video singkat, ia mengklaim bahwa proses hukum yang sedang berjalan telah memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas negara.

Namun langkah ini justru memicu kemarahan publik.

Aktivis antipemerintah Shikma Bressler menegaskan bahwa Netanyahu ingin kasusnya dibatalkan tanpa mempertanggungjawabkan tindakan yang menurutnya telah "menghancurkan negara".

Baca juga: Israel Bunuh 356 Warga Palestina sejak Gencatan Senjata, Total 70.103 Meninggal selama Genosida

Lima Tahun Disidang, 3 Kasus Korupsi Berat

Netanyahu, perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel, sedang menghadapi tiga kasus korupsi yang mencakup:

Penyuapan: Diduga menerima barang mewah senilai lebih dari USD 260.000, termasuk cerutu, sampanye, dan perhiasan sebagai imbalan bantuan politik.

Penipuan dan pelanggaran kepercayaan: Diduga berusaha mempengaruhi liputan media demi keuntungan politik.

Kasus media lainnya: Diduga melakukan negosiasi gelap untuk mendapatkan pemberitaan positif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved