Jumat, 8 Mei 2026

Sosok Kolonel Inf Ali Imran yang Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera GAM,Tegaskan Aceh Bagian Indonesia

Aksi pembubaran berlangsung di tengah situasi yang sempat memanas, namun berhasil dikendalikan aparat keamanan di lokasi. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
Serambinews.com/HO
ALI IMRAN -- Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran membubarkan aksi sekelompok masyarakat yang membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12/2025). 

Setiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB, aparat mengimbau massa untuk menghentikan aksi dan menyerahkan bendera, namun imbauan tersebut ditolak.

Aparat akhirnya melakukan pembubaran dan mengamankan bendera bulan bintang. Dalam pemeriksaan, terjadi adu mulut antara petugas dan massa. Seorang warga ditangkap karena kedapatan membawa senjata api.

“Dari salah seorang warga ditemukan satu pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta lima butir amunisi, satu magazen, dan satu senjata tajam,” kata Mustafa.

Warga tersebut diamankan ke Markas Korem 011/Lilawangsa sekitar pukul 11.30 WIB dan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. 

Sementara itu, kelompok massa lainnya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 12.10 WIB.

Mustafa menegaskan, bendera bulan bintang dilarang karena dianggap sebagai simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menentang kedaulatan negara.

Pelarangan itu merujuk pada Pasal 106 dan 107 KUHP tentang makar, Pasal 24 huruf c Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007.

Respons Wagub Aceh

BIRO ADPIM SETDA ACEH

MINTA AKSES TOL – Wagub Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, meminta akses ruas jalan tol Sibanceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum), dibuka secara khusus untuk para jamaah haji Aceh 2025, Jumat (9/5/2025).
Wagub Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh

Bentrokan terjadi antara aparat TNI dengan sekelompok masyarakat yang mengibarkan bendera bintang bulan di Aceh Utara pada Kamis (25/12/2025).

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh menyayangkan insiden ini.

Keprihatinan Dek Fadh disampaikan seusai kegiatan Dzikir dan Doa Bersama serta Tausiah Ustad Abdul Somad memperingati 21 Tahun Tsunami Aceh.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).

Ia berharap TNI/Polri dan GAM dapat bersatu padu dalam misi kemanusiaan.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar TNI/Polri mengurangi arogansi di lapangan.

Dek Fadh lantas mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan dan bersatu padu dalam membantu para korban terdampak banjir.

Saat ini menurutnya, fokus seluruh pihak membantu para korban terdampak bencana.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved