Amerika Vs Venezuela
Konflik AS dan Venezuela, Ini Awal Mula dan Alasan Dibalik Penangkapan Presiden Nicolas Maduro
Laporan NBC News mengonfirmasi bahwa Maduro telah tiba di New York pada Sabtu sore pukul 16.51 waktu setempat untuk menghadapi proses hukum.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Sabtu (3/1/2026) dini hari menjadi saksi bisu berakhirnya kekuasaan Nicolas Maduro di Venezuela melalui sebuah operasi militer kilat bertajuk "Operation Southern Spear".
Serangkaian ledakan hebat yang mengguncang pangkalan udara La Carlota dan kompleks Fuerte Tiuna di Caracas menandai dimulainya agresi militer langsung Amerika Serikat (AS) terhadap negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia tersebut.
Berdasarkan rangkuman informasi dari berbagai sumber media internasional, berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan, proses, dan akar konflik yang melatarbelakangi peristiwa bersejarah ini.
Diseret saat tidur hingga dibawa ke New York
Informasi yang dihimpun dari New York Times dan Forbes mengungkapkan betapa taktisnya operasi ini.
Pasukan elit Delta Force dikabarkan memimpin penangkapan tersebut dengan bantuan intelijen internal dari orang dalam pemerintahan Maduro yang bekerja sama dengan CIA.
Dua sumber menyebutkan bahwa Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap saat sedang tidur dan langsung diseret keluar dari kamar mereka.
Baca juga: Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap AS, Ini Sederet Kejahatannya
Tak lama setelah penangkapan, Presiden Donald Trump merilis foto melalui Truth Social yang memperlihatkan Maduro berada di atas kapal perang USS Iwo Jima.
Dalam foto tersebut, Maduro tampak menggunakan penutup mata dan telinga, mengenakan jaket abu-abu, sembari memegang botol air kemasan di bawah pengawalan ketat.
Laporan NBC News mengonfirmasi bahwa Maduro telah tiba di New York pada Sabtu sore pukul 16.51 waktu setempat untuk menghadapi proses hukum.
Dakwaan narkoterorisme dan "Cartel de los Soles"
Mengapa AS sampai meluncurkan serangan militer untuk menangkap seorang kepala negara?
Alasan utamanya adalah dakwaan kriminal berat.
Dikutip dari Anadolu Agency, Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan bahwa Maduro terlibat dalam konspirasi narkoterorisme internasional.
AS menuduh Maduro memimpin kartel narkoba bernama "Cartel de los Soles" (Kartel Matahari).
Ia dituduh bekerja sama dengan kelompok gerilya Kolombia untuk membanjiri wilayah Amerika Serikat dengan berton-ton kokain.
"Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi inpor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat destruktif, dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat," tulis Bondi di akun media sosialnya, Sabtu (3/1/2026).
| Venezuela Raup Rp 5 Triliun dari Penjualan Minyak ke AS, Ekonomi Mulai Bernapas |
|
|---|
| Trump Raup Keuntungan dari Minyak Venezuela, AS Dijual 30 Persen Lebih Mahal |
|
|---|
| 27 Tahun ‘Marahan’, Venezuela Mengisyaratkan Dimulainya Kembali Hubungan Diplomatik dengan AS |
|
|---|
| Trump Mulai Garap Minyak Venezuela, 17 Eksekutif Migas Dikumpulkan di Gedung Putih |
|
|---|
| Bukan Cuma Bisnis! Terbongkar Alasan Trump Mati-Matian Incar Minyak Venezuela |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-Venezuela-ditangkap-AS.jpg)