Nadiem Makarim Menangis Bertemu Sahabat Ojol Setelah Sidang Kasus Chromebook
Mendengar hal itu, Nadiem Makarim merasa terpanggil dan seketika menoleh ke arah suara itu berasal.
Mulyono mengatakan, dia dan Nadiem sama-sama saling mengenal akrab sejak merintis Gojek bersama.
"Karena saya ini merintis dari awal di Gojek dengan beliau (Nadiem Makarim). Kebetulan kenal dengan Nadiem ini ketika dia datang ke pangkalan," ungkap Mulyono kepada Tribunnews.com, Kamis.
Menurutnya, gaya hidup Nadiem yang sederhana tak pernah berubah sejak awal dia mengenal mantan Mendikbudristek itu.
Ia mengaku sedih melihat Nadiem terjerat kasus hukum.
"Jadi saya itu punya histori tersendiri dengan Nadiem. Kita dulu merintis bareng-bareng, betapa susahnya dulu kita awal-awal Gojek di 2010. Makanya sedih saya kalau lihat Nadiem begini," katanya.
"(Nadiem) selalu ingat (Mulyono). Pastilah. Karena sampai saat ini saya juga masih di ojol. Dari 2010 saya kenal beliau. Orangnya sangat sederhana pola hidupnya, sampai saat ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyono mengaku tak heran melihat Nadiem menangis saat bertemu dengannya.
"Dia setiap lihat saya pasti nangis. Karena ya 15 tahun lah saya kenal beliau yang menurut saya cukup akrab," ucap Mulyono.
"Dia menjadi menteri pun tidak pernah melupakan saya, biar kata hanya WhatsApp, japri menanyakan kabar, itu yang saya kenal dari beliau sampai saat ini," sambungnya.
Selanjutnya, Mulyono berharap Nadiem bisa bebas dari kasus hukum yang tengah menjeratnya.
Ia menilai, hal itu bukan hanya harapan dia seorang, tapi juga dari semua pengemudi ojek online.
"Harapan saya itu (Nadiem bebas). Mungkin harapan semua teman-teman ojol, karena kalau enggak ada Nadiem, mungkin enggak ada ojol," ucapnya.
Baca juga: Ibrahim Arief Digaji Rp 163 Juta Per Bulan saat Direkrut Nadiem Makarim Jadi Konsultan Kemendikbud
Sidang Lanjutan Kasus Chromebook
Sidang kali ini membahas tanggapan Nadiem atas nota keberatan atau eksepsi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Nadiem didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun terkait pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang dinilai tidak perlu. Jaksa juga menyebut Nadiem memperkaya diri sebesar Rp 809 miliar.
| Serda Edi Akui Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Tersinggung: Merasa Harga Diri TNI Dilecehkan |
|
|---|
| Sidang Penistaan Agama di PN Banda Aceh, JPU Hadirkan 6 Saksi |
|
|---|
| Nadiem Makarim Bantah Atur Pengadaan Chromebook Sejak Awal, Sebut Dakwaan Jaksa Fitnah |
|
|---|
| MaTA Temukan Indikasi Korupsi di Proyek Jalan Kuta Binjei-Alue Ie Mirah, Desak Polda Lakukan Lidik |
|
|---|
| Sidang Lanjutan Kasus Penistaan Agama, JPU Hadirkan Enam Saksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-bertemu-sahabatnya-Mulyono-seorang-pengemudi-ojek-online.jpg)