Gunung Marapi di Sumatera Barat Kembali Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 300 Meter
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara hingga timur laut.
Ringkasan Berita:
- Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Minggu (18/1/2026) pukul 10.51 WIB.
- Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter dari puncak gunung.
- Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara hingga timur laut.
SERAMBINEWS.COM, PADANG – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Minggu (18/1/2026) pukul 10.51 WIB.
Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter dari puncak gunung.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara hingga timur laut.
Aktivitas erupsi ini terekam jelas oleh alat pemantau yang berada di Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi.
Petugas PGA Marapi, Teguh Purnomo, mengatakan erupsi tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 7 milimeter dan durasi selama 2 menit 25 detik.
“Erupsi terekam jelas di seismogram,” ujar Teguh saat dihubungi, Minggu.
Baca juga: VIDEO Gunung Merapi Kembali Erupsi Minggu Pagi Ini, Abu Vulkanik Terbang Tinggi
Sebelumnya, Gunung Marapi juga beberapa kali mengalami erupsi sepanjang Januari 2026.
Letusan tercatat terjadi pada Kamis (8/1/2026) dan Selasa (13/1/2026), meski tinggi kolom abu tidak teramati.
Sementara pada Rabu (14/1/2026), Marapi melontarkan abu hingga setinggi 1,6 kilometer.
Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Pihak pengamat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi, agar waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat hujan,” kata Teguh.
Selain itu, warga juga diminta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu karena dapat membahayakan kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Sebagai catatan, Gunung Marapi pernah mengalami erupsi besar pada 3 Desember 2023 yang menyebabkan 23 pendaki meninggal dunia.
Sejak saat itu, aktivitas vulkanik gunung tersebut terus berlanjut.
Bencana susulan juga terjadi pada Sabtu (11/5/2024) berupa banjir lahar yang menewaskan 60 warga di Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Minggu 18 januari 2026: UBS dan Galeri24 Mulai Turun, Antam Stabil
Baca juga: VIDEO Serpihan Puing Diduga pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Sulawesi
Baca juga: Siklon Tropis Nokaen dan Dua Bibit Siklon Mengapit Indonesia, Waspadai Hujan Lebat Hari Ini
Sumber: Kompas.com
| Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Dekat Kawah Gunung Dukono, Tertimbun Abu dan Batu Besar |
|
|---|
| Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, 2 WNA Masih Dalam Pencarian, Pendakian Sudah Dilarang |
|
|---|
| VIDEO - Viral! Diduga Pejabat Berhenti di Tikungan Maut Sitinjau Lauik Demi Foto, Publik Geram |
|
|---|
| VIDEO - Geger! 6 Anak di Bawah Umur Ditemukan di Kamar Hotel, Pengakuannya Bikin Publik Tersentak |
|
|---|
| Tito Karnavian: Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gunung-Marapi-di-Sumbar-meletus.jpg)