Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

200 Drone Rusia Serang Ukraina, Zelenskyy: Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka, Listrik Padam

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menegaskan bahwa Rusia secara sengaja menyasar infrastruktur energi nasional.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tendar/TAAC
DEPOT MINYAK RUSIA - Depot penyimpanan minyak Rusia di Makiivka menjadi sasaran penyerangan pasukan Ukraina pada Rabu (5/7/2023) malam. Kebakaran terjadi di depot bahan bakar di wilayah Tambov Rusia dan beberapa tangki bahan bakar rusak. 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 200 drone dilaporkan menyerang sejumlah wilayah di Ukraina pada Minggu (18/1/2026), menargetkan permukiman sipil dan infrastruktur vital, khususnya sektor energi.
  • Wilayah yang terdampak serangan tersebut meliputi Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi, dan Odesa.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan sedikitnya dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu.

 

SERAMBINEWS.COM - Ukraina kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran Rusia.

Lebih dari 200 drone dilaporkan menyerang sejumlah wilayah di Ukraina pada Minggu (18/1/2026), menargetkan permukiman sipil dan infrastruktur vital, khususnya sektor energi.

Wilayah yang terdampak serangan tersebut meliputi Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi, dan Odesa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan sedikitnya dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu.

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menegaskan bahwa Rusia secara sengaja menyasar infrastruktur energi nasional.

Akibatnya, pemadaman listrik terjadi di berbagai daerah saat suhu berada jauh di bawah titik beku.

“Situasi dalam sistem energi tetap sulit, tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk memulihkan semua layanan secepat mungkin,” tulis Zelenskyy melalui akun X pada Minggu (18/1/2026).

Baca juga: VIDEO Detik-detik Jet Amfibi Langka Rusia Dicegat Jet Tempur NATO

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir Ukraina telah menghadapi lebih dari 1.300 serangan drone, sekitar 1.050 bom udara berpemandu, serta 29 serangan rudal.

Ia kembali menyerukan dukungan internasional yang lebih kuat, khususnya dalam bentuk pertahanan udara.

“Itulah sebabnya Ukraina masih membutuhkan lebih banyak perlindungan, terutama lebih banyak rudal untuk sistem pertahanan udara. Jika Rusia sengaja menyeret proses diplomatik, maka respons dunia harus tegas: lebih banyak bantuan untuk Ukraina dan lebih banyak tekanan terhadap agresor,” ujar Zelenskyy.

Serangan ini terjadi sehari setelah delegasi negosiator Ukraina tiba di Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Pembahasan diperkirakan berfokus pada jaminan keamanan serta pemulihan Ukraina pascaperang.

Ukraina dan Amerika Serikat diketahui telah menyusun proposal perdamaian 20 poin.

Namun hingga kini Rusia belum memberikan tanggapan resmi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved