Kian Rapuh, Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Selasa (20/1/2027) masih melanjutkan pelemahan.
SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada awal perdagangan Selasa (20/1/2027).
Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dalam negeri.
Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.03 WIB, rupiah spot berada di posisi Rp16.988 per dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.955 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh faktor domestik, khususnya kekhawatiran pasar terhadap kesehatan fiskal Indonesia yang kembali mencuat.
Hal itu tidak terlepas dari posisi defisit anggaran 2025 yang mendekati batas aman 3 persen, sementara penerimaan negara dinilai masih belum optimal.
"Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," kata Ibrahim.
Menurutnya, Bank Indonesia (BI) sebenarnya disebut sudah melakukan intervensi untuk mengendalikan volatilitas, tetapi terdapat cukup banyak keterbatasan dari sisi kebijakan.
Ia menyebut BI secara rutin melakukan pembelaan terhadap rupiah, baik di pasar DNDF maupun pasar NDF.
Baca juga: Lowongan Kerja KemenPU Januari 2026, Sekretariat Dewan SDA Nasional Buka 4 Posisi, Cek Syaratnya
"Namun, toleransi Bank Indonesia terhadap pelemahan rupiah yang moderat dapat membatasi efektivitas intervensi tersebut," ujar Ibrahim.
Guna menopang mata uang rupiah, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan saat rapat kebijakan pada Rabu mendatang.
BI juga disebut telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menahan pelemahan rupiah.
Upaya itu dilakukan melalui penyesuaian penerbitan surat berharga bank sentral, intervensi di pasar valuta asing, serta pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.
Selain itu, rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor dinilai dapat memberikan bantalan bagi rupiah.
"Namun, para analis tetap menyuarakan kekhawatiran bahwa defisit fiskal tahun ini berpotensi melebar melampaui batas hukum 3 persen, seiring upaya pemerintah meningkatkan belanja di tengah lemahnya penerimaan pajak," ucap Ibrahim.
Mata Uang Negara Asia
| Viral Dicurangi Juri LCC, Josepha Alexandra Kini Dapat Tawaran Beasiswa S1 ke Tiongkok |
|
|---|
| Warkop di Seunuddon Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Ratusan Juta |
|
|---|
| Korban Pencabulan di Ponpes Pati Lebih dari 50 Anak, Diduga Ada Pihak Lain yang Bantu |
|
|---|
| Update Harga Emas di Wilayah Aceh: Banda Aceh Bergerak Naik, Langsa dan Lhokseumawe Masih Bertahan |
|
|---|
| Kondisi Terkini Menkeu Purbaya Jadi Sorotan, Makin Kurus, Akui Sakit Pinggang hingga Disuntik 8 Kali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Karyawati-menunjukkan-mata-uang-rupiah-dan-dolar-Amerika-Serikat.jpg)