Minggu, 26 April 2026

Timur Tengah

Di Tengah Perang Ukraina, Trump Ajak Putin Urus Gaza

Presiden Rusia Vladimir Putin diundang untuk bergabung dalam “dewan perdamaian” yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Editor: Ansari Hasyim
MAXIM SHEMETOV
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) saat di Oval Office, Gedung Putih, 13 Maret 2025, dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) ketika di Kremlin, Moskwam 13 Maret 2025. Trump menelepon Putin tentang perang Rusia-Ukraina pada 19 Mei 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Gedung Putih dilaporkan telah menghubungi sejumlah tokoh dunia untuk bergabung dalam dewan perdamaian tersebut, yang akan diketuai langsung oleh Trump.
  • “Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan dewan perdamaian ini,” ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Senin.

 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin diundang untuk bergabung dalam “dewan perdamaian” yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebuah forum yang diklaim bertujuan menyelesaikan konflik global sekaligus mengawasi pemerintahan dan rekonstruksi Gaza.

Undangan tersebut muncul pada Senin, di saat perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun masih berkecamuk dan upaya perdamaian belum menunjukkan terobosan signifikan. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan perang Ukraina dapat dihentikan dalam waktu 24 jam setelah ia menjabat, namun hingga kini konflik di lapangan masih berlanjut dan negosiasi kembali melambat.

Gedung Putih dilaporkan telah menghubungi sejumlah tokoh dunia untuk bergabung dalam dewan perdamaian tersebut, yang akan diketuai langsung oleh Trump.

“Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan dewan perdamaian ini,” ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Senin.

Baca juga: Netanyahu Larang Pasukan Turki dan Qatar Masuk Gaza dalam Rencana Rekonstruksi Pimpinan AS

Peskov mengatakan Moskow masih berupaya memperjelas seluruh rincian dan nuansa tawaran dari Washington, tanpa menyebutkan apakah Putin cenderung menerima undangan tersebut.

Selain Putin, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, sekutu dekat Kremlin juga dilaporkan turut diundang untuk bergabung dalam dewan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Rusia berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai aktor utama di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina.

Namun sejak dimulainya perang Israel di Gaza serta invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Moskow dinilai semakin menjauh dari Israel dan mempererat hubungan dengan pihak-pihak yang berseberangan, seperti Iran.

Di saat yang sama, Rusia juga berusaha memperdalam hubungan dengan negara-negara Teluk Arab, seiring meningkatnya isolasi dari Barat.

Putin sebelumnya sempat memuji upaya Trump dalam menyelesaikan konflik internasional. Pada Oktober lalu, Putin menyatakan Trump telah melakukan banyak hal untuk menangani krisis global yang telah berlangsung lama.

“Mengacu pada situasi di Timur Tengah, jika kita berhasil mencapai semua yang telah diperjuangkan Donald, itu akan menjadi peristiwa bersejarah,” ujar Putin saat itu.

Perang di Ukraina dan konflik Gaza turut memperburuk hubungan tradisional Moskow–Tel Aviv, meskipun Israel merupakan rumah bagi komunitas besar warga keturunan Rusia. Kremlin berulang kali mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menyerukan pengendalian diri.

“Jalur Gaza tengah mengalami bencana kemanusiaan dalam arti yang sebenarnya,” kata Putin, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, saat bertemu Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada Mei lalu. Ia menegaskan Rusia berupaya memberikan bantuan rutin sebagai sahabat rakyat Palestina.

Dewan perdamaian atau board of peace ini disebut akan mengimplementasikan rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza. Struktur yang diusulkan terdiri dari tiga tingkat pemerintahan dengan perwakilan dari AS, Eropa, negara-negara Arab, dan kawasan lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved