Kamis, 30 April 2026

Timur Tengah

Penyeberangan Rafah Gaza–Mesir akan Dibuka Pekan Depan

Seorang pejabat Palestina mengumumkan bahwa penyeberangan perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir akan dibuka

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansari Hasyim
medsos
PERBATASAN RAFAH - Tangkapan Layar YouTube ABC News yang diambil pada Kamis (14/2/2025) yang menunjukkan truk-truk bantuan mulai menyeberang dari Mesir ke Gaza melalui Perbatasan Rafah 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pejabat Palestina mengumumkan bahwa penyeberangan perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir akan dibuka kembali pada pekan depan, setelah hampir sepenuhnya ditutup selama perang Israel di wilayah tersebut.

Pengumuman itu disampaikan Ali Shaath, pemimpin teknokrat Palestina yang didukung Amerika Serikat untuk mengelola Jalur Gaza.

Ia menyampaikannya melalui sambungan video dalam sebuah acara yang digelar oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa penyeberangan Rafah akan dibuka minggu depan untuk lalu lintas dua arah. Bagi warga Palestina di Gaza, Rafah lebih dari sekadar gerbang. Ini adalah garis hidup dan simbol harapan,” ujar Shaath.

Baca juga: VIDEO Trump ajak China Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bersama Rusia demi Dukung AS

Ia menambahkan, pembukaan kembali Rafah menandai bahwa Gaza tidak lagi sepenuhnya tertutup dari masa depan dan dari dampak perang yang berkepanjangan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Israel terkait pengumuman tersebut. Israel diketahui menguasai penyeberangan Rafah sejak 2024.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober berdasarkan rencana yang didorong oleh pemerintahan Trump, otoritas Israel sebelumnya menunda pembukaan kembali penyeberangan itu.

Penundaan tersebut berdampak pada terhambatnya masuk bantuan kemanusiaan serta keberangkatan warga Gaza yang membutuhkan perawatan medis ke luar wilayah tersebut.

Dalam kesepakatan gencatan senjata, Israel tetap menguasai lebih dari setengah wilayah Jalur Gaza di luar garis yang dikenal sebagai “garis kuning”, termasuk area yang berbatasan langsung dengan penyeberangan Rafah.

Jika benar direalisasikan, pembukaan kembali penyeberangan Rafah akan menjadi perubahan signifikan dari kebijakan Israel sebelumnya, yang menyatakan bahwa perlintasan tersebut hanya akan dibuka secara terbatas untuk keberangkatan warga Gaza menuju Mesir.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved