Selasa, 5 Mei 2026

Jika Perang Dunia III Meletus, Ini Daftar Kota AS yang Diprediksi Jadi Target Serangan Awal

Skenario tersebut diantisipasi oleh Alex Wellerstein, sejarawan nuklir sekaligus profesor di Stevens Institute of Technology

Tayang:
Editor: Amirullah
Istimewa
Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump. Pakar nuklir menyebut sejumlah kota strategis di Amerika Serikat berpotensi menjadi target serangan awal jika Perang Dunia III pecah, seiring meningkatnya ketegangan global akibat konflik AS dengan Rusia, Iran, dan isu Greenland. 

Serangan terhadap kota-kota tersebut berpotensi menimbulkan korban besar sekaligus melumpuhkan semangat publik.

Jika perang nuklir pecah, presiden yang sedang menjabat kemungkinan telah dievakuasi menggunakan pesawat khusus darurat.

Namun, hal itu tidak akan mencegah musuh menargetkan pusat pemerintahan AS, termasuk Gedung Putih dan markas Departemen Pertahanan di Pentagon.

Jika Trump Menginvasi Greenland: AS vs NATO

Selain potensi konflik AS-Rusia, Perang Dunia III juga dikhawatirkan bisa pecah jika AS benar-benar menginvasi Greenland, menyusul laporan bahwa Trump memerintahkan militer menyiapkan rencana tersebut.

Trump telah menunjukkan ketertarikan pada Greenland sejak masa jabatan pertamanya dan kembali mengangkat isu itu setelah dilantik untuk periode kedua.

Ia menilai wilayah otonom Denmark tersebut penting bagi keamanan nasional AS dan dibutuhkan segera.

Secara geografis, Greenland memang berada di lokasi strategis antara Amerika Utara dan Arktik, sehingga ideal sebagai sistem peringatan dini terhadap serangan rudal.

PRESIDEN DONALD TRUMP - Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya menancapkan bendera AS di Greenland, disertai papan “Wilayah AS 2026”, ancaman caplok wilayah kian nyata, ketegangan geopolitik Arktik makin memanas.
PRESIDEN DONALD TRUMP - Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya menancapkan bendera AS di Greenland, disertai papan “Wilayah AS 2026”, ancaman caplok wilayah kian nyata, ketegangan geopolitik Arktik makin memanas. (Kolase Tribunnews/TruthSocial Donald Trump)

Namun, sejumlah pihak meragukan alasan tersebut.

Jeremy Shapiro, mantan pejabat Departemen Luar Negeri era Barack Obama yang kini menjadi direktur riset di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri di Washington, menyebut argumen Trump tidak berdasar.

"Argumen Presiden tentang Greenland jelas-jelas omong kosong dari atas sampai bawah," katanya kepada POLITICO (16/1/2026).

Meski mendapat penolakan dari banyak negara NATO, Trump disebut tetap meminta para jenderal menyiapkan rencana invasi.

Harrison Kass, penulis senior bidang pertahanan dan keamanan nasional di The National Interest, memperkirakan operasi militer AS akan berfokus pada akses, kontrol, dan logistik, tanpa membutuhkan kehadiran pasukan besar karena populasi Greenland relatif kecil.

Greenland sendiri kemungkinan akan bergantung pada NATO untuk pertahanan, sebab Denmark dan wilayah itu dinilai tidak memiliki kekuatan cukup untuk menghadapi AS sendirian.

Jika invasi terjadi, Kass memperingatkan AS berpotensi merusak bahkan menghancurkan aliansinya dengan NATO, terutama setelah Trump sebelumnya menuntut negara-negara anggota menaikkan belanja pertahanan hingga 5 persen PDB pada 2035.

Anggota DPR dari Partai Republik, Michael McCaul, juga menyampaikan kekhawatiran serupa.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved