Kamis, 4 Juni 2026

Info Cuaca

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem 27 Januari–2 Februari 2026, Ini Wilayah Terdampak

Sebelumnya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah terjadi pada 23–26 Januari 2026.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Hendri Abik
HUJAN - Warga menerobos saat hujan deras melanda kota Banda Aceh, Kamis (6/3/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026.
  • Cuaca ekstrem tersebut berpotensi berupa hujan lebat hingga ekstrem yang disertai angin kencang dan kilat/petir.
  • Sebelumnya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah terjadi pada 23–26 Januari 2026.

 

SERAMBINEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi berupa hujan lebat hingga ekstrem yang disertai angin kencang dan kilat/petir.

Sebelumnya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah terjadi pada 23–26 Januari 2026.

Curah hujan tertinggi tercatat di DKI Jakarta mencapai 171,8 mm per hari, disusul Banten 148,9 mm, Jawa Barat 106,8 mm, dan Sumatera Selatan 86,2 mm per hari.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca signifikan ini dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor dinamika atmosfer.

Salah satunya adalah penguatan monsun dingin Asia yang meningkatkan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan dan Selat Karimata.

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, cuaca signifikan ini dipengaruhi oleh penguatan monsun dingin Asia,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).

Massa udara dingin dari Asia bergerak ke selatan dan bertemu dengan aliran udara dari belahan bumi selatan, sehingga membentuk konvergensi antar-tropis atau Intertropical Convergence Zone (ITCZ).

Kondisi ini memicu terbentuknya pola awan memanjang dari Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Laut Arafura.

Baca juga: BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Luana dan Bibit 92P, Hujan Sangat Lebat Berpotensi Terjadi

Selain itu, Siklon Tropis Luana yang melemah menjadi pusat tekanan rendah turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Dengan dukungan kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat, pembentukan awan hujan menjadi lebih masif, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

Pada skala global, BMKG juga mencatat fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved