Sabtu, 16 Mei 2026

Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi dalam Kasus Pertamina

Dalam kesaksiannya, Ahok menegaskan kedua mantan direksi tersebut merupakan orang yang berintegritas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/BAHARUDIN AL FARISI
AHOK - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat untuk menjadi saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.
  • Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026)
  • Ahok menanggapi konfirmasi JPU mengenai pencopotan dua mantan direksi anak perusahaan Pertamina

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026), sebagaimana dilaporkan jurnalis KompasTV, Claudia Carla Sonia Septiana.

Ahok menanggapi konfirmasi JPU mengenai pencopotan dua mantan direksi anak perusahaan Pertamina, yaitu Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga, Mas’ud Khamid.

Dalam kesaksiannya, Ahok menegaskan kedua mantan direksi tersebut merupakan orang yang berintegritas.

Menurutnya, keduanya memiliki komitmen untuk membenahi kilang dan tata kelola Pertamina Patra Niaga. Namun, mereka memilih kehilangan jabatan daripada menandatangani pengadaan yang bermasalah.

Baca juga: Ahok Pernah Minta Listyo Sigit Kerahkan Brimob Jaga Kilang Minyak: Kalau Sabotase, Tembak

“Ketika mereka dicopot, saya pun hampir menangis. Saya telepon mereka. Mereka mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Kenapa orang yang mau melakukan pekerjaan dengan baik justru dicopot,” kata Ahok.

Ahok pun menantang pihak kejaksaan untuk lebih berani.

“Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot,” ujarnya.

Kasus ini sendiri masih dalam proses persidangan, dengan Ahok dihadirkan sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa, termasuk Kerry Adrianto Riza.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved