Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat Nilai “Jokowi Effect” Tak Lagi Sekuat Dulu, PSI Hadapi Tantangan Baru

Pengamat menilai pengaruh politik mantan Presiden Jokowi masih memiliki daya tarik, namun tidak lagi sekuat pada Pemilu sebelumnya.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
JOKOWI - Pengamat menilai pengaruh politik mantan Presiden Jokowi masih memiliki daya tarik, namun tidak lagi sekuat pada Pemilu sebelumnya. Foto ilustrasi dibuat menggunakan Chat GPT 
Ringkasan Berita:
  • Pengamat menilai “Jokowi effect” menghadapi tantangan baru karena masyarakat mulai mengkritisi kinerja Jokowi selama 10 tahun terakhir.
  • Meski masih berpengaruh, penggunaan nama Jokowi dinilai bukan jaminan PSI mampu meraih hasil maksimal dalam pemilu.
  • Jokowi menyatakan siap turun langsung hingga tingkat kecamatan untuk membantu memperkuat jaringan dan memenangkan PSI pada Pemilu 2029.

SERAMBINEWS.COM - Pengamat menilai pengaruh politik mantan Presiden Jokowi masih memiliki daya tarik, namun tidak lagi sekuat pada Pemilu sebelumnya. 

Perubahan sentimen publik menjadi tantangan bagi PSI yang masih mengandalkan figur Jokowi untuk meningkatkan dukungan politik.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau “Jokowi effect” dalam kontestasi politik tidak akan sama seperti pada Pemilu sebelumnya.

Menurut Pangi, sentimen publik terhadap Jokowi kini mulai berubah. Masyarakat disebut mulai mengkritisi dan mengevaluasi hasil kerja pemerintahan Jokowi selama sepuluh tahun terakhir.

“Sekarang orang mulai mengkritik dan mengevaluasi Jokowi di media sosial. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSI,” ujar Pangi, Jumat (15/5/2026).

Meski demikian, ia mengakui Jokowi masih memiliki pengaruh besar bagi Partai Solidaritas Indonesia maupun kelompok relawan Projo.

Baca juga: VIDEO - Anggota PDIP Dorong Jusuf Kalla Lawan Balik Kubu Jokowi: Harga Diri Dipertaruhkan!

Namun, memanfaatkan nama Jokowi bukan jaminan mampu mendongkrak suara secara maksimal dalam Pemilu.

Pangi mencontohkan PSI pada Pemilu 2024 yang mengusung semangat “Jokowisme”, tetapi tetap gagal memenuhi ambang batas parlemen untuk lolos ke DPR RI.

Ia menilai hingga saat ini PSI maupun Projo masih memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap figur Jokowi untuk meningkatkan elektabilitas partai.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan siap turun langsung ke masyarakat hingga tingkat kecamatan demi membantu memenangkan PSI. Pernyataan itu disampaikan dalam Rakernas PSI di Makassar pada Januari 2026.

Jokowi mengaku masih sanggup mendatangi seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan di Indonesia guna memperkuat jaringan dan struktur partai.

Selain penguatan struktur, Jokowi juga menekankan pentingnya militansi kader dalam membesarkan PSI di tengah masyarakat. (*)

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/15/15010491/pengamat-sebut-jokowi-effect-akan-hadapi-tantangan-baru

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved