Minggu, 19 April 2026

Prabowo Dikabarkan akan Ganti Sejumlah Menteri dalam Reshuffle Jilid 5, Berikut Daftarnya

Jika terealisasi, reshuffle kali ini akan menjadi yang kelima sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

|
Editor: Faisal Zamzami
Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Kabinet Merah Putih, Senin (20/10/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
  • Jika terealisasi, reshuffle kali ini akan menjadi yang kelima sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
  • Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya tujuh nama menteri dan pejabat tinggi negara disebut-sebut akan terkena reshuffle.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Jika terealisasi, reshuffle kali ini akan menjadi yang kelima sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

Reshuffle kabinet merupakan kewenangan presiden untuk melakukan perombakan atau perubahan susunan menteri dan pejabat setingkat menteri guna meningkatkan kinerja pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya tujuh nama menteri dan pejabat tinggi negara disebut-sebut akan terkena reshuffle.

Mereka adalah:

1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno,

2. Menteri Luar Negeri Sugiono,

3. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono,

4. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari,

5. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid,

7. Menteri HAM Natalius Pigai, serta

8. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.

Baca juga: Reshuffle Jilid 5 Menguat, Deretan Menteri Terancam Diganti dan Nama Baru Masuk Bursa

 

Respons Para Menteri

Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku belum mendengar kabar terkait isu reshuffle tersebut.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026), Sugiono hanya tersenyum dan menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.

“Saya baru dengar. Pertanyaan soal reshuffle seharusnya ditujukan kepada Presiden,” ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memilih bungkam saat ditanya soal isu serupa.

Usai meluncurkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Registrasi Biometrik: SEMANTIK di Sarinah, Jakarta Pusat, Meutya hanya tersenyum dan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan komentar.

Pengawalnya pun menghalangi wartawan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan.

Baca juga: Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Bener Meriah Dapat Pengobatan Gratis dari Putra HRD

Nama-Nama Masuk Bursa Kabinet

Selain nama menteri yang dikabarkan akan diganti, sejumlah tokoh juga disebut masuk dalam bursa calon anggota kabinet.

Mereka antara lain:

1. Budisatrio Djiwandono yang disebut-sebut berpeluang menjadi Menteri Luar Negeri,

2. Angga Raka Prabowo yang digadang menggantikan posisi Menteri Komunikasi dan Digital, serta

3. Juda Agung yang disebut sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono menegaskan dirinya masih fokus menjalankan tugas sebagai pimpinan Komisi I DPR.

Ia mengaku tidak mengetahui asal mula kabar yang menyebut dirinya akan masuk jajaran eksekutif.

“Saya tetap bertugas di Komisi I. Tanyakan saja ke Pak Utut,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa Juda Agung merupakan salah satu kandidat terkuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang telah resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

“Kelihatannya begitu. Saya sudah bertemu beliau dan dia salah satu calon kuat,” kata Purbaya.

Kilas Balik Empat Kali Reshuffle

Sepanjang tahun 2025, Presiden Prabowo tercatat telah empat kali melakukan reshuffle kabinet dengan berbagai alasan, mulai dari evaluasi kinerja hingga penataan ulang struktur pemerintahan.

Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, ditandai dengan pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta pelantikan sejumlah kepala lembaga.

Reshuffle kedua terjadi pada 8 September 2025, menyasar lima kementerian strategis pasca gelombang demonstrasi nasional.

Reshuffle ketiga dilaksanakan pada 17 September 2025 dengan pelantikan tiga menteri, tiga wakil menteri, serta sejumlah kepala lembaga dan penasihat khusus presiden.

Reshuffle keempat berlangsung pada 8 Oktober 2025, yang mencakup pelantikan dua wakil menteri, asisten khusus presiden, hingga pimpinan Badan Pengaturan BUMN.

Jika reshuffle jilid V benar-benar dilakukan, maka Prabowo akan mencatatkan lima kali perombakan kabinet dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa pemerintahannya.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa, Mohon Hujan untuk Padamkan Karhutla

Baca juga: Adies Kadir Ditunjuk Jadi Hakim MK Gantikan Arief Hidayat, DPR RI Dinilai Kembali ke Gaya Orde Baru

Baca juga: Senjata Hamas Dilucuti, Netanyahu Tetap Tolak Negara Palestina dan Bangun Kembali Gaza

 

Sumber: Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved