Harga BBM Pertamina Turun per 1 Februari 2026 di Seluruh Provinsi, Subsidi Tetap Stabil
BBM bersubsidi, seperti Pertalite (RON 90) tetap Rp 10.000 per liter, dan Biosolar (CN 48) Rp 6.800 per liter.
Ringkasan Berita:
- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina resmi berlaku di seluruh provinsi di Indonesia mulai 1 Februari 2026.
- Penyesuaian harga terjadi pada jenis BBM nonsubsidi, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
- Menurut data resmi dari Pertamina, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah Pulau Jawa turun menjadi Rp 11.800 per liter
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina resmi berlaku di seluruh provinsi di Indonesia mulai 1 Februari 2026.
Penyesuaian harga terjadi pada jenis BBM nonsubsidi, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
Menurut data resmi dari Pertamina, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah Pulau Jawa turun menjadi Rp 11.800 per liter, turun Rp 550 dibandingkan Januari 2026 yang mencapai Rp 12.350 per liter.
Pertamax Turbo (RON 98) turun Rp 700 menjadi Rp 12.700 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) turun Rp 700 menjadi Rp 12.450 per liter.
Sementara itu, Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp 13.250 per liter atau turun Rp 250, dan Pertamina Dex (CN 53) turun Rp 100 menjadi Rp 13.500 per liter.
BBM bersubsidi, seperti Pertalite (RON 90) tetap Rp 10.000 per liter, dan Biosolar (CN 48) Rp 6.800 per liter.
Baca juga: Pertamina Pulihkan Pasokan BBM di Aceh
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terbaru di beberapa provinsi:
Aceh:
-Pertalite Rp 10.000,
-Biosolar Rp 6.800,
-Pertamax Rp 12.100,
-Pertamax Turbo Rp 13.000,
-Dexlite Rp 13.550,
-Pertamina Dex Rp 13.800.
| Harga BBM Pertamax RON 92 Berpotensi Naik, Bahlil: Kita Lihat Penyesuaian Tahap Berikutnya |
|
|---|
| Tekan Penggunaan BBM, PT Mifa Operasikan Kendaraan Listrik untuk Angkutan Batu Bara |
|
|---|
| Harga Pertalite April 2026 Berapa per Liter? Saat BBM Non-Subsidi Melonjak Tajam |
|
|---|
| Bolak Balik SPBU Isi Pertalite, Bahlil Minta Pengendara Motor Harus Punya Hati: Janganlah Kau Gitu |
|
|---|
| Tarif Angkutan Harus Rasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-kondisi-SPBU-setelah-harga-BBM-naik.jpg)