Selasa, 2 Juni 2026

Timur Tengah

Iran ke AS: Cabut Sanksi atau tak Ada Deal Nuklir

Teheran kembali menegaskan garis merahnya dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Ambisius Wiki
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel tidak akan membuat Iran meninggalkan teknologi nuklirnya. 

Ringkasan Berita:
  • Satu syarat utama jika Washington benar-benar ingin melangkah maju: pencabutan sanksi internasional.
  • Berbicara kepada media pemerintah pada Minggu, Araghchi membantah spekulasi yang menyebut Iran bersedia membuka negosiasi di luar isu nuklir.
  • Menurutnya, klaim tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan posisi resmi Teheran sejak awal.

 

SERAMBINEWS.COM - Teheran kembali menegaskan garis merahnya dalam perundingan dengan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pembicaraan yang tengah berlangsung di Oman hanya terbatas pada isu nuklir dan tidak mencakup program rudal Iran

Lebih dari itu, ia menekankan satu syarat utama jika Washington benar-benar ingin melangkah maju: pencabutan sanksi internasional.

Berbicara kepada media pemerintah pada Minggu, Araghchi membantah spekulasi yang menyebut Iran bersedia membuka negosiasi di luar isu nuklir.

Menurutnya, klaim tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan posisi resmi Teheran sejak awal.

Nuklir Damai dan Tuntutan Timbal Balik

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas energi nuklir untuk tujuan damai. Namun demikian, Teheran menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah praktis guna membangun kepercayaan internasional terhadap program nuklirnya.

Fasilitas nuklir Iran Fordow.
Fasilitas nuklir Iran Fordow. (Maxar Technologies)

Langkah tersebut, kata dia, hanya mungkin dilakukan jika dibarengi dengan tindakan nyata dari pihak lain terutama pencabutan sanksi yang selama ini membebani ekonomi Iran.

Baca juga: Pejabat Trump Kunjungi Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS

“Tujuan utama kami adalah mencapai kesepakatan yang adil, seimbang, dan komprehensif, yang melindungi kepentingan semua pihak,” ujar Araghchi seperti dikutip dari royanews.tv, Minggu (8/2/2026).

Keraguan atas Keseriusan Washington

Meski jalur diplomasi tetap terbuka, Araghchi tidak menutupi skeptisisme Iran terhadap niat Amerika Serikat.

Ia menyinggung masih diberlakukannya sejumlah sanksi, di tengah manuver militer AS yang terus berlanjut di kawasan.

Menurutnya, perdebatan soal format perundingan apakah langsung atau tidak langsung, bukanlah persoalan utama.

Citra satelit dari Maxar Technologies mengungkap dampak serius dari serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, khususnya kompleks Natanz, pada 14 Juni 2025. Gambar sebelum dan sesudah serangan menunjukkan sejumlah bangunan di permukaan hancur, termasuk instalasi kelistrikan yang penting bagi operasi pengayaan uranium.
Citra satelit dari Maxar Technologies mengungkap dampak serius dari serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, khususnya kompleks Natanz, pada 14 Juni 2025. Gambar sebelum dan sesudah serangan menunjukkan sejumlah bangunan di permukaan hancur, termasuk instalasi kelistrikan yang penting bagi operasi pengayaan uranium. ((REUTERS/Maxar Technologies))

 

Yang terpenting, tegas Araghchi, adalah substansi dan hasil nyata dari pembicaraan tersebut.

Langkah Lanjutan Masih Dikaji

Terkait hasil pertemuan terakhir pada Jumat lalu, Araghchi mengungkapkan bahwa Teheran saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved