Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas dan Perak Kembali Melonjak Tajam, Ternyata ini Penyebabnya!

Harga emas dan perak melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (9/2/2026).

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS -Harga emas dan perak melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (9/2/2026). 

Harga Emas dan Perak Kembali Melonjak Tajam, Ternyata ini Penyebabnya!

SERAMBINEWS.COM- Harga emas dan perak melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (9/2/2026).

Seiring melemahnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Dilansir melalui kantor berita Reuters (9/2/2026), logam mulia diperdagangkan di atas level psikologis 5.000 dolar AS per ons, sementara pelaku pasar mencermati rilis data penting ekonomi AS yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Harga emas spot tercatat naik 0,9 persen menjadi 5.004,61 dolar AS per ons pada pukul 07.48 GMT, melanjutkan lonjakan sekitar 4 persen pada perdagangan Jumat sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Kembali Menguat, Senin 9 Januari 2026 Tembus Rp 9,02 Juta per Mayam

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April juga menguat 1 persen ke level 5.026,30 dolar AS per ons.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menilai kenaikan ini dipengaruhi oleh hubungan jangka pendek antara pelemahan dolar AS dan pergerakan harga emas serta perak.

Menurutnya, saat nilai tukar dolar turun, harga logam mulia cenderung naik karena menjadi lebih menarik bagi investor global.

Indeks dolar AS tercatat berada di posisi terendah sejak 4 Februari.

 Pelemahan dolar membuat emas dan perak yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat, sehingga mendorong permintaan.

Baca juga: Segini Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Senin 9 Februari, Lebih Banyak Menjual Ketimbang Beli

Di pasar Asia, penguatan yen Jepang turut menjadi perhatian setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pada Minggu.

 Sentimen tersebut turut menekan dolar AS dan memperkuat daya tarik aset safe haven seperti emas.

Kepala analis KCM, Tim Waterer, menyebut faktor perburuan harga murah juga ikut mendorong emas kembali bertahan di atas level 5.000 dolar AS per ons.

Ia mengatakan investor memanfaatkan momentum koreksi dolar untuk masuk ke pasar logam mulia.

Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk laporan bulanan ketenagakerjaan dan indeks harga konsumen yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Baca juga: Kini Bertahan, Cek Rincian Harga Emas di Langsa, Edisi 9 Februari 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved