Minggu, 17 Mei 2026

Timur Tengah

Pemimpin Hamas Tolak Kekuasaan Asing di Gaza

Pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, menegaskan bahwa gerakan Palestina tersebut menolak segala bentuk dominasi atau kekuasaan asing di

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Anadolu Agency
Pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, menegaskan bahwa gerakan Palestina tersebut menolak segala bentuk dominasi atau kekuasaan asing di Jalur Gaza. 

SERAMBINEWS.COM – Pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, menegaskan bahwa gerakan Palestina menolak segala bentuk dominasi atau kekuasaan asing di Jalur Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Meshaal saat berbicara dalam sebuah konferensi di Doha, Qatar, Minggu (8/2/2026).

Ia menekankan Hamas juga tidak akan melepaskan senjata meskipun mendapat tekanan dan seruan perlucutan senjata dari Israel maupun Amerika Serikat.

“Mengkriminalisasi perlawanan, senjatanya, dan para pemimpinnya adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima,” ujar Meshaal.

Menurutnya, perlawanan merupakan hak bangsa yang berada di bawah pendudukan.

“Selama masih ada pendudukan, maka akan selalu ada perlawanan. Perlawanan adalah hak rakyat yang dijajah dan merupakan sesuatu yang dibanggakan oleh bangsa-bangsa,” tegasnya.

Pernyataan Meshaal muncul di tengah implementasi gencatan senjata yang mulai berlaku secara nominal sejak 10 Oktober.

Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza memasuki fase kedua pada pertengahan Januari.

Baca juga: Netanyahu Temui Trump, Israel Dorong AS Tekan Lebih Keras Iran soal Rudal dan Nuklir

Fase tersebut mencakup perlucutan senjata Hamas serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Namun, Hamas yang telah memerintah wilayah tersebut sejak 2007 secara tegas mengesampingkan opsi perlucutan senjata.

Di sisi lain, laporan surat kabar Israel Haaretz menyebutkan bahwa para pejabat Israel tengah menjajaki peluang ekonomi dari proyek rekonstruksi Gaza.

Pejabat senior Kementerian Keuangan Israel dilaporkan telah membahas potensi tersebut bersama perwira tinggi militer, termasuk rencana pembangunan jalan raya di Israel yang terhubung ke Gaza.

Negara-negara yang ingin mengakses Gaza melalui Israel disebut akan membiayai pembangunan jalan tersebut.

Rencana itu mencakup pengembangan jalan di sepanjang selatan Route 232, yang diklaim dapat mempermudah mobilitas warga Palestina antara Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, Israel juga membahas peluang ekonomi dari pasokan listrik ke Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved