Berita Internasional
Fakta Baru Kematian Epstein, Diduga bukan Bunuh Diri, Sengaja Dibungkam?
Ahli forensik meragukan autopsi resmi Jeffrey Epstein, menemukan 3 patah tulang di leher yang lebih mirip akibat cekikan daripada gantung diri.
Ringkasan Berita:
- Ahli forensik Michael Baden meragukan autopsi resmi Jeffrey Epstein, menemukan tiga patah tulang di leher yang lebih mirip akibat cekikan daripada gantung diri.
- Selain itu, laporan Kementerian Kehakiman AS menyoroti kelalaian fatal di penjara MCC, termasuk pemeriksaan rutin yang dihentikan dan catatan yang dipalsukan.
- Kasus ini memperkuat dugaan adanya faktor lain di balik kematian Epstein dan menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan keamanan penjara AS.
Ahli forensik Michael Baden meragukan autopsi resmi Jeffrey Epstein, menemukan tiga patah tulang di leher yang lebih mirip akibat cekikan daripada gantung diri.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Kematian Jeffrey Epstein, terdakwa kasus perdagangan seks yang ditahan di Metropolitan Correctional Centre (MCC) New York, kembali menjadi sorotan.
Meski secara resmi dinyatakan bunuh diri, sejumlah pakar forensik dan laporan investigasi mengungkapkan kejanggalan yang memperkuat dugaan adanya faktor lain di balik tragedi tersebut.
Michael Baden, ahli patologi forensik dengan pengalaman lebih dari lima dekade, menilai hasil autopsi Epstein tidak konsisten dengan kasus bunuh diri.
Ia menemukan tiga patah tulang di leher--pada tulang hyoid dan rawan tiroid--yang menurutnya lebih lazim terjadi akibat cekikan daripada gantung diri.
Baden menegaskan, selama kariernya, ia belum pernah menemukan kasus bunuh diri di penjara New York dengan pola kerusakan tulang seperti itu.
Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Epstein benar-benar mengakhiri hidupnya sendiri, atau ada pihak lain yang terlibat? Atau ada yang ingin membungkam sang pedofil?
Baca juga: Jutaan Berkas Epstein Dirilis, Deretan Nama Elite Dunia dari Musk hingga Clinton Muncul ke Publik
Kelalaian Fatal di Penjara
Selain kejanggalan medis, laporan Kementerian Kehakiman AS tahun 2023 menyoroti kelalaian serius di MCC.
Sehari sebelum Epstein ditemukan tewas, teman satu selnya dipindahkan tanpa diganti.
Pemeriksaan rutin yang seharusnya dilakukan setiap 30 menit, berhenti sejak pukul 22.40, dan catatan pemeriksaan bahkan dipalsukan oleh petugas.
Dua penjaga kemudian didakwa atas pemalsuan tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan lemahnya sistem pengawasan di fasilitas penahanan yang seharusnya berstandar tinggi.
Terlebih bagi tahanan dengan kasus sensitif seperti Epstein.
Baca juga: Nama Sejumlah Tokoh Indonesia Terseret Masuk Epstein Files
Misteri Rekaman Video
Kecurigaan semakin dalam ketika rekaman CCTV menunjukkan kilatan oranye bergerak menuju lantai sel Epstein pada pukul 22.39.
Jeffrey Epstein
kematian Jeffrey Epstein
kejanggalan kematian Jeffrey Epstein
New York
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| China Perkuat Diplomasi dengan Iran Jelang KTT Xi–Trump, Fokus Jaga Stabilitas dan Pasokan Energi |
|
|---|
| Ini Deretan Negara Terdampak Blokade Selat Hormuz, Ada Italia, Inggris, Jerman hingga Indonesia |
|
|---|
| AS Pertimbangkan Operasi Militer ke Kuba, Ketegangan Memanas dan Ancaman Konflik Baru Menguat |
|
|---|
| Iran Tuntut Ganti Rugi Rp4.300 Triliun, Ancam Pajaki Selat Hormuz di Tengah Negosiasi dengan AS |
|
|---|
| Arab Saudi Desak Trump Redakan Konflik Iran, Khawatir Jalur Minyak Global Terancam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Trump-dan-Epstein.jpg)