Studi Ungkap Ini Tiga Negara di Eropa Paling Rawan Pencurian
Studi yang dirilis Atmos pada Desember 2025 mengungkap bahwa Inggris menjadi destinasi wisata paling rawan pencurian di Eropa, disusul Prancis
Ringkasan Berita:
- Inggris menjadi negara paling rawan pencurian di Eropa, dengan ratusan ribu kasus pembobolan rumah, pencurian mobil, dan pencopetan tiap tahun.
- Prancis dan Denmark menyusul di posisi kedua dan ketiga, dengan kasus perampokan dan pencopetan yang cukup tinggi, terutama di area ramai dan pusat belanja.
- Latvia dinilai sebagai salah satu destinasi paling aman, karena hanya mencatat sekitar 700 kasus pencurian per tahun menurut laporan tersebut.
SERAMBINEWS.COM - Studi yang dirilis Atmos pada Desember 2025 mengungkap bahwa Inggris menjadi destinasi wisata paling rawan pencurian di Eropa, disusul Prancis dan Denmark.
Sebaliknya, Latvia disebut sebagai negara paling aman karena memiliki jumlah kasus pencurian paling rendah.
Liburan idealnya meninggalkan kenangan menyenangkan, mulai dari mencicipi kuliner lokal hingga menjelajah situs bersejarah.
Tetap, bagi sebagian wisatawan, perjalanan justru berubah menjadi pengalaman kurang mengenakkan akibat pencurian.
Menurut studi, pencurian sendiri menjadi kejahatan yang paling sering menimpa wisatawan, melansir Travel + Leisure, Kamis (12/2/2026).
Studi memetakan destinasi wisata di Eropa yang paling rawan pencurian, berdasarkan data kriminal lokal, mulai dari pembobolan rumah, pencurian kendaraan, hingga kasus penjambretan dan copet.
Baca juga: Amankan ODGJ di Banda Aceh, Ini Pesan dan Imbauan Kapolsek Jaya Baru
Inggris jadi destinasi wisata paling rawan pencurian
Berdasarkan laporan yang dirilis perusahaan perdagangan Atmos pada Desember 2025, Inggris menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata paling rawan pencurian di Eropa.
Atmos mencatat sekitar 254.000 kasus pembobolan rumah setiap tahun, yang berarti pencurian terjadi hampir setiap dua menit.
Wisatawan yang menyewa kendaraan juga perlu waspada, mengingat terdapat 364.000 kasus pencurian mobil per tahun.
Selain itu, kasus pencopetan di area ramai juga tinggi, dengan sekitar 121.000 laporan setiap tahun.
Prancis dan Denmark menyusul di Posisi Kedua
Prancis mencatat sekitar 63.000 kasus perampokan per tahun.
Banyak di antaranya terjadi di sekitar hotel mewah dan kawasan belanja kelas atas.
Wisatawan yang mengenakan barang bermerek atau perhiasan mencolok dinilai lebih berisiko, mengingat terdapat sekitar 126.000 kasus pencopetan setiap tahun.
Sementara itu, Denmark berada di urutan ketiga. Meski ukurannya relatif kecil, negara ini mencatat sekitar 23.000 kasus pembobolan properti per tahun.
Selain itu, hampir 160.000 orang melaporkan kehilangan barang setiap tahunnya, angka yang tergolong tinggi dibanding negara Eropa lain.
| Bupati Safaruddin Serahkan Kursi Roda dan Kunci Rumah Duafa di HUT Ke-24 Abdya |
|
|---|
| Malam Ini, Mexico Tantang Macan Putih di Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup |
|
|---|
| Langsa Mulai Panas, BMKG Rilis Suhu 32 Derajat, Ini Prakiraan Cuaca Sabtu 11 April 2026 |
|
|---|
| Suhu di Meulaboh 23–32 Derajat, Siang Hujan dan Malampun Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Abdya 11 April 2026: Dua Kecamatan Berkabut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pencurian-15022026.jpg)