Selasa, 12 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Ambruk Hari Ini, Ternyata Ini 'Biang Keroknya'!

Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (16/2/2026).

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Masrian Mizani
HARGA EMAS - Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (16/2/2026). 

Harga Emas Dunia Ambruk Hari Ini, Ternyata Ini Biang Keroknya!

SERAMBINEWS.COM- Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (16/2/2026).

Logam mulia tersebut tercatat melemah lebih dari 1 persen, dipicu oleh aksi ambil untung para investor serta sepinya aktivitas perdagangan global akibat libur pasar di Amerika Serikat.

Berdasarkan data perdagangan, harga emas di pasar spot turun sekitar 1,1 persen ke level US$ 2.915,49 per ons pada pukul 10.15 GMT.

Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam satu pekan terakhir.

Baca juga: Harga Emas di Sejumlah Wilayah Aceh Turun di Awal Pekan, Banda Aceh hingga Lhokseumawe Terkoreksi

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga ikut terkoreksi sekitar 1 persen ke posisi US$ 2.930,10 per ons.

Analis pasar menilai pelemahan harga emas kali ini lebih bersifat teknis.

Sepinya perdagangan akibat libur Hari Presiden di Amerika Serikat membuat likuiditas pasar menipis, sehingga pergerakan harga menjadi lebih sensitif.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor memilih untuk merealisasikan keuntungan setelah harga emas mencatat kenaikan dalam beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas di Langsa Masih Kokoh Bertahan Pada Senin 16 Februari 2026

Selain faktor libur pasar, stabilnya nilai tukar dolar AS turut memberikan tekanan pada harga emas.

 Dolar yang menguat atau bergerak stabil cenderung membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi minat beli.

Meski melemah dalam jangka pendek, sentimen terhadap emas secara keseluruhan masih dinilai positif.

Ketidakpastian geopolitik global, tensi di berbagai kawasan, serta ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia tetap menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset lindung nilai.

Para pelaku pasar kini menantikan kembalinya aktivitas perdagangan normal di New York pada Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Harga Emas di Abdya Kembali Tersungkur, Segini Harga Emas Per Mayam 16 Februari 2026

Fokus investor selanjutnya akan tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini, serta risalah rapat terbaru Federal Reserve.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved