Jumat, 10 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia 'Terkapar'! Ini Faktor yang Bikin Logam Mulia Jatuh

Harga emas mengalami penurunan sekitar satu persen pada Selasa (17/2/2026), seiring volume perdagangan

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas batangan UBS, Galeri24 dan Antam hasil olah kecerdasan buatan (AI), Jumat (6/2/2026). Harga emas mengalami penurunan sekitar satu persen pada Selasa (17/2/2026) 

Harga Emas 'Terkapar'! Ini Faktor yang Bikin Logam Mulia Jatuh

SERAMBINEWS.COM- Harga emas mengalami penurunan sekitar satu persen pada Selasa (17/2/2026), seiring volume perdagangan yang tipis di pasar utama Asia karena libur Tahun Baru Imlek, sekaligus terdorong oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot tercatat turun 0,9 persen menjadi US$4.947,98 per ons pada pukul 01:10 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh penurunan hingga 1persen.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah 1,6 persen  ke level US$4.966,80 per ons.

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah penguatan indeks dolar AS, yang naik sekitar 0,2 persen  terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Sore Ini Anjlok, UBS dan Galeri24 Kian Melemah, Cek Harga per 17 Februari 2026

Dengan penguatan dolar, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menurunkan permintaan di pasar global.

Aktivitas perdagangan emas di Asia juga cenderung sepi. Pasar di Tiongkok daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Di sisi lain, pasar AS juga baru dibuka setelah libur Presidents' Day pada Senin kemarin, sehingga volume perdagangan secara keseluruhan rendah.

Di tengah kondisi ini, investor tetap memantau faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga emas.

Baca juga: Harga Emas di Abdya Kembali Stagnan, Segini Pasarannya pada 17 Februari 2026

Prediksi pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS sebanyak tiga kali tahun ini masing-masing sebesar 25 basis poin membuat emas menjadi pilihan menarik, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) dan cenderung menguntungkan di lingkungan suku bunga rendah.

Selain itu, perkembangan geopolitik juga menjadi sorotan pasar. Pembicaraan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa, dan Presiden Donald Trump menyatakan akan terlibat secara “tidak langsung” dalam diskusi tersebut.

Hal ini dapat mempengaruhi sentimen investor terhadap aset safe-haven seperti emas.

Harga logam mulia lainnya juga menunjukkan tren penurunan. Perak spot turun cukup tajam 2,7 persen  menjadi US$74,51 per ons, platinum melemah 0,8 persen  ke US$2.025,05, dan paladium turun 1,5 persen  menjadi US$1.698,10 per ons.

Secara keseluruhan, harga emas dan logam mulia lainnya masih dipengaruhi kombinasi faktor penguatan dolar, aktivitas pasar yang sepi, dan ketidakpastian geopolitik, membuat investor harus tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Segini Pasaran Harga Emas di Abdya Hari Ini Selasa 17 Februari 2026

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved