Senin, 13 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Bersumpah Balas Dendam kepada AS dan Israel

Korps Garda Revolusi Iran telah menanggapi kematian Khamenei, dengan mengatakan “kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kami

Editor: Ansari Hasyim
IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
LATIHAN MILITER - Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami meninjau peralatan militer selama latihan militer pasukan darat IRGC di wilayah Aras, provinsi Azerbaijan Timur, Iran, 17 Oktober 2022. 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.
  • Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.

 

SERAMBINEWS.COM - Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, Garda Revolusi Iran atau IRGC bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran pascagugurnya pemimpin tertinggi Iran Imam Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu dinihari (29/2/2026).

Dikatakan bahwa operasi terhadap instalasi Israel dan AS di wilayah tersebut akan dimulai dalam “hanya beberapa saat”.

Korps Garda Revolusi Iran telah menanggapi kematian Khamenei, dengan mengatakan “kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kami berduka atas dia”, menurut pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars.

Ia menambahkan bahwa “kemartiran Khamenei di tangan teroris dan algojo kemanusiaan yang paling kejam adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan jasanya yang tulus”.

Baca juga: Drone Shahed Iran Hantam Radar AN/FPS-132 Milik AS di Pangkalan Qatar, Ini Fungsinya

Ia menambahkan bahwa, "tangan balas dendam bangsa Iran... tidak akan membiarkan mereka pergi".

"IRGC akan berdiri teguh dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri," kata pernyataan itu.

Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.

Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer besar terhadap Iran telah dimulai menyusul serangan rudal Israel.

Trump mengklaim pemboman yang disebutnya “berat dan tepat” akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan strategis Washington.

Baca juga: Iran Targetkan Negara-negara Teluk Sekutu AS dengan Tembakkan Rudal dan Drone 

Sementara itu, media Iran Fars News Agency mengutip seorang komandan IRGC mengatakan: 

"Pembunuhan para komandan tidak meninggalkan dampak sedikit pun terhadap jalannya kemajuan dalam pertempuran ini. Struktur sistem kami dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan penunjukan individu-individu yang mampu segera setelah kemartiran seorang komandan."

Korban Sipil Terus Bertambah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved